Gaya Hidup

Full Moon, Komunitas Tarot yang Masih Bertahan di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang yang mempunyai bakat, pasti membutuhkan wadah untuk mengembangka. Itulah salah satu tujuan dibentuknya Full Moon, komunitas Tarot yang masih bertahan hingga sekarang di Surabaya.

Tarot sendiri merupakan kartu yang berasal dari Benua Eropa, lebih tepatnya negara Italia. Kartu ini sendiri mulai populer sekitar tahun 1781.

Menurut Eria Andi Anggoro, ketua Komunitas Full Moon, nama Full Moon yang ia pakai untuk nama komunitasnya bermakna, untuk menjadi penerang jalan bagi orang-orang yang berada di jalan kegelapan atau dinaungi masalah.

“Ibaratnya gini, kalau kita jalan di jalan yang gelap, kita gak akan tahu jalan, tapi kalau ada bulan purnama maka akan terlihat jalannya yang mana,” ujar Eria, Senin (15/07/2019)

Komunitas ini berdiri setelah sebelumnya ada komunitas serupa yang bernama Surabaya Tarot Club (STC), yang kemudian tidak aktif dan bubar.

“Waktu itu ada komunitas yang namanya STC, itu komunitas yang pertama di Surabaya. Waktu itu awal tahun 2008 apa 2009 itu bubar. Lalu aku mikir, ini anak-anak butuh wadah. Langsung aku dirikan,” ungkap Eria.

Eria menuturkan, memahami Tarot sangat penting bagi manusia, karena dengan memahami Tarot maka manusia bisa tahu tujuan hidup mereka. “Kadang-kadang kita lahir itukan tidak tahu tujuan hidup kita itu apa. Lah mungkin dengan belajar Tarot ini, itu (tujuan hidup) bisa tahu,” tuturnya.

Bagi Komunitas Full Moon, tujuan memahami Tarot adalah untuk memahami diri kita sendiri. Dengan memahami diri sendiri, maka kita bisa mengetahui di mana tuhan.

“Nah, tujuan Tarot itu sebenarnya itu kita memahami diri kita sendiri. Gimana kamu mengetahui di mana tuhan, kalau kamu tidak mengetahui dirimu sendiri,” ujar Eria.

Tidak ada syarat khusus yang harus dipenuhi untuk bergabung dengan Komunitas Full Moon. Semua orang bisa bergabung dengan komunitas ini. “Initinya semua bisa gabung, gak ada syarat khusus, gak dipungut biaya,” ungkap pria murah senyum tersebut.

Anggota komunitas ini lebih dari 25 orang, sedangkan anggota yang aktif sebanyak 25 orang. “ada banyak sebenarnya, Mas. Tapi yang aktif sekitar 25 orang,” paparnya.

Bagi orang yang memiliki indra keenam (indigo), untuk memahami kartu Tarot, mereka tidak membutuh kan waktu yang lama. Cukup 1 minggu mereka sudah bisa memahaminya. Sedangkan bagi orang biasa (bukan indigo), mereka butuh waktu sekitar 6 bulan untuk memahami kartu Tarot tersebut.

“Kalau dia punya bakat dari lahir (indigo), biasanya seminggu udah bisa, kalau yang tidak punya bakat paling lama 6 bulan,” ungkapnya.

Apa yang dipaparkan dari kartu tarot, jauh dari unsur syirik karena hanya menyampaikan permasalahan yang dialami.

Full Moon sendiri mempunyai agenda gathering rutinan setiap 2 minggu sekali, yakni di minggu pertama dan minggu ketiga setiap bulannya, tepatnya setiap hari Jumat mulai pukul 19.00 sampai selesai.

“Rutinnya gatheringnya sebulan 2 kali. Minggu pertama sama ketiga. Minggu pertama di Wing Stop Sutos, minggu ketiga di CarlsJr,” ujarnya. [mnf/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar