Gaya Hidup

Frozen World, Wahana Permainan Salju Seperti di Herbin China

DINGIN - Sensasi musim dingin bak di Kota Herbin Negeri China disuguhkan di Frozen World, Malang Smart Arena, Hawai Water Park.

 

Malang(beritajatim.com) – Sensasi musim dingin bak di Kota Herbin Negeri China disuguhkan di Frozen World, Malang Smart Arena, Hawai Water Park, Jalan Raya Karanglo, Kota Malang. Wahana permainan ini mengandalkan salju dan suhu dingin yang mencapai 0 derajat celcius.

Owner Hawai Water Park Grup, Yogi Kurniawan menjelaskan ide pembuatan Frozen World bermula dari kunjunganya ke Herbin. Saat itu dia melihat festival memahat es yang diikuti peserta se-Dunia termasuk Indonesia. Suhu di Herbin memang pada musim dingin mencapai minus 30 derajat celcius.

“Jadi kita ingin menciptakan suasana seperti di Herbin. Bedanya disana memang alam karena ada musim dingin. Kalau kami harus membeli Snow Machine untuk menciptakan es dan salju,” ujar Yogi.

Yogi mengatakan, dalam sehari dirinya menghabiskan 30 ton es balok. Es itu kemudian dilebur dengan mesin dan disemprotkan ke seluruh area Frozen World seluas 350 meter persegi ini. Sementara untuk ketebalan es mencapai 40 centimeter.

“Kami ada sudah tiga kali dalam dua tahun ini. Memang pada momen tertentu saja seperti libur natal dan tahun baru ini. Karena biaya produksi juga cukup mahal Rp 30 sampai Rp40 juta perhari. Tapi animo pengunjung cukup baik sih, rata-rata 1.000 pengunjung setiap hari,” papar Yogi.

Dalam wahana Frozen World ini semua didesain bak negara-negara yang memiliki suhu dingin. Suasananya sangat instagramable. Ada pahatan patung-patung beruang, kuda serta permainan anak-anak yang bisa digunakan untuk bermain es. Tiket masuk ke Malang Smart Arena dibandrol Rp 100 ribu.

Salah satu pengunjung yang merasakan suhu dingin di Frozen World adalah Hadi Jayari asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dia datang bersama keempat anggota keluarganya. Dia mengaku sengaja berlibur ke Malang, salah satu tujuannya adalah merasakan permainan salju di Frozen World.

“Kebetulan di tempat kami tidak ada, mungkin sama seperti di Eropa karena tidak pernah kesana juga. Jadi untuk masyarakat menengah kebawah sangat terbantu melihat salju. Kita datang memang untuk wahana salju ini, sensasinya sangat luar biasa,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar