Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Film KKN di Desa Penari Juga Ditonton di Singapura

Silvya Ariesta dan teman-temannya menunjukkan tiket bioskop film KKN di Desa Penari. (Foto/Silvya Ariesta for Beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tak hanya warga di dalam negeri saja yang terbius oleh film KKN di Desa Penari. Warga Indonesia yang berada di luar negeri juga tak kalah antusias untuk menonton film yang dibintangi oleh artis muda Tissa Biani itu. Seperti yang terjadi di negara Singapura, beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga melihat film yang disutradarai oleh Awi Suryadi di bioskop di sana.

“Kan ini filmnya booming di Indonesia, jadi yang di Singapura juga penasaran pengen lihat. Kebetulan di bioskop di sini juga diputar film KKN di Desa Penari,” kata Pekerja Migran asal Ponorogo, Silvya Ariesta saat dihubungi wartawan beritajatim.com lewat aplikasi pesan Whatsapp, Senin (16/5/2022).

Silvya melihat film KKN di Desa Penari bersama empat teman lainnya, yang juga sesama pekerja migran. Mereka melihat film tersebut pada hari ini Senin (16/5) siang. Kebetulan hari ini juga hari libur, di sana juga libur untuk memperingati hari raya Waisak. Sehingga tentu tidak mengganggu pekerjaannya.

“Hari Senin ini kan juga libur, memperingati hari raya Waisak. Mumpung libur, dan teman-teman tidak ada kegiatan lain, akhirnya kita berlima sepakat untuk melihat film KKN di Desa Penari,” ungkap perempuan yang berzodiak Aries ini.

Tidak kali ini saja Silvya menonton film, jika ada film Indonesia yang bagus, Ia dan teman-temannya pasti juga menontonnya. Dia mengaku bahwa bioskop tempat dimana Ia menonton saat ini cukup sepi. Sengaja Ia memilih tempat yang cukup sepi tersebut, supaya biar enak untuk melihat filmnya. Meskipun begitu, yang menonton kali ini, bukan hanya orang Indonesia saja, namun juga ada warga Singapura yang melihat film tersebut.

“Ada bioskop di tempat satunya, itu ramai banget oleh orang Indonesia yang ingin melihat. Jadi bukan hanya pekerja migran saja, ada juga pelajar dari Indonesia yang sekolah di Singapura,” katanya.

Silvya mengaku sangat menikmati film yang berdurasi 2 jam satu menit itu. Karena memang suka film horor, Ia pun tidak kaget dengan adegan-adegan yang cukup menyeramkan. Dia menilai filmnya cukup bagus, meski di akhir-akhir malah membuat dirinya menangis. Terutama tokoh Bima, niat awal ingin melindungi temannya yang bernama Widya, malah Bima bersekutu dengan jin dan akhirnya meregang nyawa.

“Penuh pesan moral, intinya harus jaga diri dimanapun. Tetap berdoa dan harus menghormati dimana kita berpijak,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar