Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Emil Dardak Wagub Jatim Beri Perhatian Besar Kesenian Reog Ponorogo

Reog merupakan kesenian asli dari Ponorogo. (Foto/Dok.beritajatim.com)

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menaruh perhatian besar terhadap seni Reog Ponorogo sebagai kesenian otentik dari Ponorogo yang di wilayah Jawa Timur.

“Pada tahun 2013 sebenarnya Pemprov Jatim telah memasukkan Reog Ponorogo. Nah ini sebenarnya sebuah starting point yang sangat penting ini diadvokasikan kepada ranah internasional,” ujar Emil di sela-sela kegiatannya, Rabu (13/4/2022).

Emil mengatakan, tahun 2013 dengan sistem penerapan Intangible, Reog Ponorogo menjadi salah satu yang dikawal, kemudian segera diproses untuk bisa masuk kedalam database.

“Seyogyanya ini memberikan proteksi dan dilandasi oleh informasi-informasi yang handal untuk membuktikan sejarah dari Reog Ponorogo itu sendiri,” ungkapnya.

Emil menceritakan saat ia mendapatkan basiswa ASEAN dikirim ke Singapura sebagai juara 1 siswa teladan DKI, menurutnya, orang Malaysia itu tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo.

“Orang kalau ngomong ya Reog Ponorogo. Tapi sekarang yang kita lakukan mari memperkuat defense ini dengan terus melakukan upaya ke berbagai elemen internasional, memperkokoh eksistensi Reog Ponorogo ini,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak

Emil yakin bahwa Kementerian Pendidikan melalui Dirjen Kebudayaan terus melakukan advokasi semaksimal mungkin.

“Jadi, yang lebih penting bukan sekadar klaim mengklaim. Saya juga ingin melakukan introspeksi ke dalam diri kita sendiri adalah sejauh mana kita menjaga eksistensi dari reog ini,” tuturnya.

Emil menyampaikan, Gubernur Jatim telah menyetujui program bantuan keuangan kepada Pemerintah Ponorogo yaitu untuk membangun Tugu Reog.

“Jadi ini adalah landmark untuk orang yang berkunjung ke Ponorogo. Ini adalah sebuah kolaborasi antara Ibu Gubernur menjawab inisiatif dari Bapak Bupati Ponorogo,” ungkapnya

Menurut mantan Bupati Trenggelak tersebut, salah satu wahana untuk melestarikan budaya adalah melalui pendidikan.

“Pendidikan ini mengintegrasikan peran insan seni untuk membantu melestarikan seni-seni di pendidikan formal yang kebetulan dalam konteks Pemprov, kita bertanggung jawab untuk jenjang SMA dan SMK,” ungkapnya.

Selain integrasi ke dalam jenjang SMA/SMK, orang nomor dua di Jatim tersebut berusaha untuk yang ia umpamakan sambil menyelam minum air.

“Dalam upaya membangun ekonomi kreatif, kita ingin integrasikan nilai-nilai seni di dalamnya. Inilah kemudian Reog Ponorogo memiliki peran penting di dalam ekonomi kreatif Jatim,” pungkasnya. (tok/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar