Gaya Hidup

Emak-emak Diberi Pelatihan Batik Tulis Khas Trowulan

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah emak-emak mengikuti pelatih batik khas Trowulan yang diberikan pengrajin batik Uul Fatkhurrohmah (41) bekerja sama dengan Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pelatihan diberikan mulai Senin sampai Kamis.

Para emak-emak ini mengikuti pelatihan batik tulis di salah satu ruang yang disediakan pihak Desa Trowulan. Mereka mengikuti pelatihan mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.30 WIB secara gratis. Tujuannya tidak lain agar batik tulis khas Trowulan lebih dikenal masyarakat luas.

“Selama ini, proses membatik saya lakukan di rumah tapi mulai setahun lalu saya melatih ibu-ibu agar batik tulis khas Trowulan lebih dikenal lagi di masyarakat karena selama ini belum ada batik Trowulan. Antusias cukup bagus,” ungkapnya, Kamis (21/2/2019).

Tak hanya emak-emak yang konsisten mengikuti pelatihan, namun pihak Desa Trowulam juga mendukung dengan memberikan tempat dan bahan untuk digunakan pelatihan. Uul menambahkan, tidak menutup kemungkinan emak-emak di luar Desa Trowulan bisa ikut bergabung dalam latihan tersebut.

“Saat ini sudah ada 9 ibu-ibu yang ikut latihan. Setiap hari Senin sampai Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB. Pelatihan diberikan secara gratis. Bentuk kerja sama dengan pihak Desa Trowulan juga akan digunakan seragam untuk perangkat desa,” tuturnya.

Ibu dua anak ini menambahkan, banyaknya waktu luang sebagai ibu rumah tangga membuatnya memiliki banyak waktu untuk memberikan pelatihan bagi emak-emak di Desa Trowulan. Selain tujuan utamanya agar batik tulis khas Trowulan lebih dikenal masyarakat luas.

“Anak saya dua sudah besar sehingga bisa meluangkan waktu untuk memberikan latihan kepada ibu-ibu. Saya juga kerja sama dengan sekolah karena ada program membatik sehingga sekolah bisa datang untuk belajar langsung membatik di rumah,” lanjutnya.

Rencananya, emak-emak yang tergabung dalam pelatihannya tersebut akan door to door ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan batik tulis khas Trowulan. Sehingga generasi muda bisa mengembangkan batik tulis khas Trowulan.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Trowulan, Zainul Anwar berharap, pelatihan yang diberikan kepada emak-emak di Desa Trowulan tersebut agar mereka mempunyai kegiatan positif. “Saya berharap nanti bisa muncul batik tulis khas Desa Trowulan (Mojopahit),” harapanya.

Tak hanya itu, lanjut Anwar, pelatihan tersebut diharapkan sekaligus bisa menjadikan emak-emak di Desa Trowulan bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Pihak desa memberikan batuan uang dari Dana Desa (DD) sebesar Rp25 juta untuk pengembangan batik.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar