Gaya Hidup

Eksotisme Gunung Penanggungan dari Gartenhutte Caffe Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Berdiri gagah dan menjulang, gunung Penanggungan seolah menyihir setiap mata yang memandang. Membuat betah berlama-lama menatap mahakarya Tuhan.

Dari awal memasuki pelataran Gartenhutte Caffe, dua hal yang langsung menyita perhatian. Lukisan alam desa Selotapak dengan gunung Penanggungan sebagai visual utama dan bangunan ikonik berbentuk segitiga lancip ala Eropa.

Kafe baru yang berlokasi di desa Selotapak Trawas, Mojokerto itu terbilang unik. Dari namanya saja sudah unik, Gartenhutte, diambil dari bahasa Jerman yang artinya pondok atau gubuk di ladang.

Rumah bergaya eropa itu dulunya memang sebuah pondokan tempat beristirahat sekaligus gudang penyimpanan. Di sekelilingnya merupakan areal persawahan yang ditanami edamame.

Tempat itu pun kerap kali menjadi jujugan fotografer. Eksotisme lereng Penanggungan dipadukan terasering Selotapak memang sayang jika tidak diabadikan.

“Awalnya teman-teman fotografer yang datang ke sini minta dibuatkan kopi. Kok enak kopinya, katanya. Akhirnya ramai banyak yang ngasih saran kopinya dijual aja karena banyak yg suka,” ungkap Elang saat ditemui Senin (22/9/2020).

Ya, Dewanda Ramadhan (23) dan Elang Yudha (16), duo kakak beradik yang kemudian menyulap sawah milik sang ayah menjadi kafe outdoor kekinian.

Berbekal pengalaman mendirikan coffee shop di Malang, Dewanda dan adiknya berhasil mengkonsep sebuah kafe dengan memanfaatkan panorama alam yang tiap jamnya berubah itu.

“Konsep yang kami usung itu ‘aussicht’, atau view. Jadi, tema outdoor kan udah banyak, tapi tidak ada yang menyuguhkan pemandangan gini. Itu yang kami tonjolkan,” tutur mahasiswa lulusan Universitas Brawijaya itu.

Kini, hamparan edamame telah berganti menjadi kebun bunga warna-warni. Turun sedikit ke bawah, berjejer bunga matahari yang cantik atau ‘sonnenblume’ dalam bahasa Jerman.

Di depan pondokan, deretan tempat duduk dari kayu dengan beragam desain menjadi rebutan pengunjung.

Setelah meununggu cukup lama, beruntung rasanya bisa bersantai dengan latar belakang gunung Penanggungan ditemani secangkir kopi khas Trawas.

Di bagian ujung, ada gazebo-gazebo mini yang menghadap kolam ikan. Jika menoleh ke belakang, mata akan dimanjakan oleh hijaunya sawah-sawah bertingkat.

Hawa yang sejuk, semilir angin yang menghipnotis, ditambah perut kenyang usai menyantap nikmatnya mie garten; menu mie organik warna warni andalan Gartenhutte. Rasa-rasanya tak kuasa untuk beranjak.

Meski baru berjalan tiga bulan dan masih dalam tahap trial opening, pengunjung yang datang terhitung ramai.

Dewanda menyebut masih banyak angan-angan untuk menunjang keindahan yang sudah tersedia. Perlahan, keduanya akan terus mengupayakan Gartenhutte menjadi semakin baik.

“Ini kan belum sepenuhnya selesai udah buka. Masih banyak yang mau dibenahi, penataan taman, bangku, lighting, rencana juga ada rumah di atas bambu,” tambah Elang.

Lokasi yang strategis, menu terjangkau, serta akses jalan yang tidak begitu sulit. Gartenhutte bisa menjadi alternatif nongkrong yang tepat untuk menepi dari hiruk pikuk kota dan melepas penat. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar