Gaya Hidup

Ekskavasi 2 Minggu, Ini Yang Terlihat di Situs Kumitir Mojokerto

Hasil ekskavasi BPCB Jawa Timur selama dua minggu. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selama dua minggu proses ekskavasi yang dilakukan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Situs Kumitir Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Selain menemukan talud di sisi timur, utara dan barat, juga runtuhan bangunan diduga pintu gerbang di sisi barat dan terdapat struktur bangunan di bagian tengah.

“Setelah dua minggu dilakukan penggalian, temuannya selain sudah ada struktur di sebelah timur. Di bagian timur laut kita sudah menemukan sudut, barat laut ketemu sudut, talud ini menyambung antara sudut-sudut itu,” ungkap Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said, Selasa (18/8/2020).

Artinya, lanjut Andi, di sisi timur, utara dan barat ditemukan sehingga tinggal melanjutkan dengan perkiraan luas keseluruhan seluas 400×300 meter2. Temuan lainnya, ditemukan runtuhan bangunan yang kemungkinan besar diduga adalah pintu gerbang di sisi barat. Di bagian tengah diduga sebagai tempat atau bangunan lain yang berada di tengah-tengah talud.

“Itu berupa struktur yang saling terhubung yang terdapat di sektor A, sektor B dan sektor C. Kalau kita lihat temuan, itu ada bangunan yang saling tumpang tindih mungkin berbeda masa. Jadi bangunan yang lama, mungkin runtuh dan ada bangunan lain pada masa berikutnya yang menggunakan bahan yang lama disusun ulang,” jelasnya.

Andi menjelaskan, temuan tersebut ada di sektor A, B dan C dan juga ada di talud sebelah timur. Di samping talud yang memanjang utara selatan, ada juga yang melintang membujur timur barat. Ini yang harus dianalisa lebih lanjut untuk menyikap temuan apa yang ada di area tersebut.

“Untuk pengamatan sementara tentang batu-baru andesit itu, kelihatannya itu pengerjaannya sangat kasar. Ada yang mengarah bentuk artefit, ada yang mengarah ke kala, ada lagi yang seperti pipi tangga. Tapi semua itu masih kasar, jadi belum halus. Kemungkinan dugaan kami sementara itu adalah un finish, belum selesai,” tegasnya.

Andi menjelaskan, diperkirakan bangunan tersebut belum selesai. Bisa ada masa politik atau ada lingkungan yang bermasalah. Seperti terjadi banjir, erupsi gunung api terjadi pada masa itu, ini yang belum bisa dijawab oleh BPCB Jawa Timur terkait penyebabnya. Namun pihaknya masih melakukan ekskavasi dua minggu ke depan.

“Akan terus kita gali karena sebaran baru andesit itu banyak sekali, ada di beberapa tempat, persawahan ada, termasuk ada arca juga yang belum selesai yang sekarang jadi punden. Kalau kondisi yang kita gali saat ini belum mencapai 20 persen. Perkiraan kita target tahun ini baru 30 persen dari keseluruhannya, kurang lebih 2.000 meter2,” urainya.

Dengan kondisi temuan yang baru dua minggu tersebut, lanjut Andi, pihaknya belum berani menyimpulkan apa-apa dan sebagian besar sebenarnya masih bisa kelihatan komplek temuan itu. Hanya memang ada beberapa bagian yang betul-betul hancur namun di atas kertas masih bisa direkonstruksi.

“Jadi kami masih optimistis untuk menggali dua minggu ke depan lagi, mudah-mudahan kita akan menemukan fakta yang lebih jelas lagi. Seadanya tidak ada Covid-19, tim turun lengkap enam universitas terlibat dan tenaga banyak, terget lebih besar. Ini hanya satu universitas yang terlihat hanya merekam data, belum maksimal,” pungkasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar