Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Ecoton Edukasi Bahaya Plastik di Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik dan Jombang

Pemeran yang digelar Ecoton. [Foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – LSM lingkungan, Ecoton [Ecological Observation and Wetlands Conservation] menggelar Pameran Instalasi Botol Plastik. Pameran mengambil tema “Brantas XoXo” digelar secara keliling di 5 wilayah Kota/Kabupaten dengan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya sampah plastik sekali pakai.

Koordinator Pameran Instalasi Botol Plastik, Kholid Basyaiban mengatakan, “Brantas XoXo” adalah tema yang dibawa dalam pameran keliling kali ini. “XoXo diambil dari bahasa Korea yang mengartikan Peluk dan Cium untuk Sungai Brantas. Pameran Instalasi Botol Plastik yang dilakukan keliling di 5 wilayah Kota/Kabupaten,” ungkapnya, Senin (8/11/2021).

Mulai dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang. Tujuan Pameran keliling Brantas XoXo untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar dan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya sampah plastik sekali pakai dan bahaya bagi sungai.

“Serta mengajak masyarakat untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di lingkungan. Pameran keliling ini menampilkan beberapa stasiun pameran, Pameran Botol Plastik, Pameran Foto, Laboratorium Penemuan Mikroplastik-Laboratorium Kualitas Air, Toko Pokka dan Komunitas Wanita, Aksi Komunitas dan Zerowaste Cities,” katanya.

Stasiun 1 yakni Pameran Instalasi Botol Plastik Visualisasi sampah plastik di Sungai Brantas. Laporan penelitian, lanjut Kholid, mengemukakan Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar melalui sungai Brantas. Bahkan UNEP memprediksi tahun 2050 jumlah Plastik akan lebih banyak dibandingkan ikan.

Pemeran yang digelar Ecoton. [Foto : istimew
“Pada Stasiun 2 ini menampilkan Pameran Foto, hasil expedisi Sungai Brantas. Kami akan mengadakan kompetisi fotografi untuk masyarakat umum. Lomba fotografi ini mengangkat tema ‘Sampah di Sungai Brantas’. Peserta yang mengikuti akan mengunggah foto di akun Instagram masing-masing dengan tag @ecoton.id dan tagar #brantasxoxo #aksibrantas,” ujarnya.

Pemenang kompetisi fotografi akan diumumkan di akhir pameran keliling. Karya pemenang lomba fotografi akan kami unggah di akun Instagram Ecoton. Pada Stasiun 3, ada Laboratorium Mikroplastik Masyarakat terlibat dalam uji kualitas air dan mikroplastik di sungai. Hasil pengujiannya, kemudian akan ditunjukkan kepada masyarakat.

“Outputnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi pencemaran sungai dan masyarakat terlibat dalam menjaga sungai.
Stasiun 4 adalah Toko Pokka, kami menjual kebutuhan rumah tangga seperti minyak, sabun, pembersih lantai, kecap, saos, popok dan lain-lain. Pembeli bisa membawa wadah sendiri untuk membeli kebutuhan di Toko
Pokka,” katanya.

Di Toko Pokka, harga lebih murah dan mengurangai sampah plastik. Stasiun 5 ada Pohon Harapan, masyarakat menuliskan masalah dan harapan. Stasiun 6, ada Zerowaste Cities, lanjut Kholid, yakni sosialisasi kepada pengunjung tentang pemilahan sampah dari rumah. Dalam pameran keliling tersebut juga melibatkan anak-anak.

“Tujuannya untuk lebih perduli terhadap lingkungan. Anak-anak adalah generasi yang tinggal lebih lama. Mereka akan memegang estafet kepemimpinan di bumi. Masa depan lingkungan ini ada ditangan mereka, melalui kegiatan menggambar dengan tema sungai harapan kami mengajak anak-anak mengenal sungai dan memimpikan sungai harapan mereka di masa depan,” harapnya.

Dalam pameran, juga ada diskusi, nobar film Pulau Plastik dan lomba menggambar. Dari kegiatan tersebut juga mengajak anak-anak lebih peduli terhadap lingkungan. Pameran akan digelar secara berkeliling di 5 Kabupaten/Kota dalam satu bulan ke depan. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar