Gaya Hidup

Dunia Flat di Balik Kamera Sang Direktur

Surabaya (beritajatim.com) – Sibuk dengan rutinitas bisnis properti ternyata tak membuat seseorang berhenti menelurkan karya seni. Buktinya sang Directur Ciputra Group, Denpharanto Agung Krisprimandoyo, justru mampu mengabadikan berbagai macam kebudayaan dan wisata dunia melalui kameranya.

Bagi sebagian orang terutama pebisnis mungkin seni hanya sebagai hobi semata yang dilakukan saat punya waktu. Namun kecintaan sang direktur ini justru membuatnya menjadi fotografer profesional berbagai kejuaraan fotografi pun pernah dimenanginya. Hal itu terlihat jelas dari 30 foto yang dipamerkan di Void Atrium Ciputra Mall Surabaya, Senin (13/1/2020).

Sebagian besar foto-foto yang dipamerakan menunjukkan berbagai keindahan alam, bangunan hingga budaya berbagai negara di dunia. Agung mengaku dirinya sudah mendatangi 63 negara dan mengabadikan berbagai moment yang dia temui di negara-negara yang didatanginya.

Fotonya yang sarat dengan nilai humanisme mulai dari kegembiraan manusia hingga keindahan budaya yang dimiliki setiap negara membuat mata pengunjung pameran bertema “My Flat Word” ini terperangah. Sebab Agung mengambil angle foto yang berbeda dari kebanyakan fotografer atau turis Indonesia ketika melakukan perjalanan wisata keliling dunia.

Punya Waktu Me Time Untuk Memotret
Bagi sang direktur satu ini, untuk hunting foto perlu waktu luang yang cukup panjang. Tak heran saat dirinya memulai hunting foto, akan mengambil cuti 8 – 10 hari dari rutinitasnya. Dia kemudian memulai perjalanan hunting foto dengan komunitas fotografer, baik perjalanan ke luar negeri maupun dalam negeri.

“Saya punya waktu berlibur dengan keluarga. Tetapi untuk fotografi ini saya juga punya Me Time sendiri. Saya biasanya pergi bersama travel khusus fotografi dan hanya membawa baju seperlunya serta kamera. Istri dan anak tidak diajak,” ungkap Agung yang mengenal dunia fotografi dari sang ayah yang seorang dokter gigi ortopedi itu. Kebiasaan sang ayah memotret gigi pasiennya ternyata membuat Agung jatuh cinta pada kamera dan rol film.

Bahkan dalam satu moment foto, Agung rela menunggu berjam-jam lamanya. Salah satunya foto yang diambil di Kuil Shri Dauji Maharaj pada 2016. Itu bertepatan dengan perayaan Holi yang digelar di India. “Saat itu di India sedang ada perayaan Holi. Jika biasanya Holi menggunakan tepung berwarna, di Kuil Shri Dauji Maharaj, perayaan Holi menggunakan air berwarna,” kenangnya.

Demi mencari angle terbaik dan pencahayaan terbaiknya, Agung rela datang sehari sebelum perayaan Holi di mulai. Dan saat hari H, dia pagi sekali ke lokasi hanya untuk duduk di tempat yang dia rasakan anglenya sudah tepat.

“Padahal perayaannya baru dimulai sore hari. Dan saat perayaan mulai, saya harus rela berdesakan serta sedikit terinjak agar tetap bertahan di posisi yang sudah saya tandai demi mendapatkan angle foto yang terbaik. Walhasil ini menjadi salah satu foto yang menarik perhatian pengunjung dan kurator foto,” jelas Agung.

Bagi Agung, pameran foto nya kali ini adalah bagian dari upaya menyemangati masyarakat. Bahwa semua orang pasti punya impian keliling dunia dan siapa pun bisa mewujudkannya. Tak harus menunggu punya uang dulu, sebab melalui hasil fotografinya, semua mimpi bisa terlihat dan terwujud.

“Makanya saya beri tema “My Flat Word” di frame datar ini, dunia dan impiannya terpampang nyata,” tutupnya. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar