Gaya Hidup

Dua Pebatik Pamekasan Ciptakan Motif Batik Baru Khas Madura

Pamekasan (beritajatim.com) – Dua pebatik tradisional Pamekasan, Abdurrasyid dan Salim, warga Desa Klampar, Kecamatan Proppo, berhasil menciptakan motif baru batik tulis khas Madura, yakni motif Junjung Derajat Kontemporer dan motif Daun Pacar China.

Bahkan keduanya juga menerima sertifikat hak paten alias hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia. Abdurrasyid menerima hak cipta atas motif Junjung Derajat Kontemporer, sedangkan Salim menerima sertifikat hak cipta untuk motif Daun Pacar China.

Selama ini kedua pebatik yang berdomisili di kampung batik Pamekasan, merasa ‘jenuh’ dengan motif pakem yang selama ini menjadi andalan batik tulis tradisional di Bumi Gerbang Salam. Sehingga mereka berinisiatif melakukan inovasi dengan mengembangkan kreasi batik gaya klasik dengan sentuhan nuansa melinial.

Tidak kalah penting, keduanya juga cukup peka melihat peluang kebutuhan pasar yang menuntut adanya motif baru dengan sasaran para kaum muda alias kaum milenial. Salah satunya demi mengantisipasi kejenuhan konsumen ataupun para pecinta batik.

“Kami hanya mencoba mengkreasikan motif yang ada (pakem lama) dengan gaya kontemporer, sehingga motif tradisional bisa lebih bercorak modern dan digandrungi para kaum milenial,” kata Abdurrasyid, Minggu (17/2/2019).

Hal senada diungkapkan Salim, ia menilai motif yang ada selama ini terkesan tidak memberikan ruang bebas bagi para pebatik untuk berkreasi. Sehingga dirinya berinisiatif menciptakan motif baru agar bisa terlihat lebih variatif.

“Pemilihan motif Daun Pacar China untuk motif baru, karena jenis tumbuhan ini mudah tumbuh di sembarang tempat. Bahkan juga memiliki simbol keindahan yang banyak disukai kalangan muda, dan motif ini juga tidak terlalu kaku dan memungkinkan dibuat untuk bermacam-macam pola,” ungkap Salim. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar