Gaya Hidup

Drama Kolosal Mojopahit Babagan 1 dan Parade 1000 Meter Batik Tutup Mojo Spekta 2019

Drama Kolosal Mojopahit Babagan 1 di Gelora A Yani

Mojokerto (beritajatim.com) – Event bergengsi Mojo Spekta 2019 yang diselenggarakan Pemkab Mojokerto sejak, Rabu (20/11/2019) ditutup meriah dengan drama kolosal Mojopahit Babagan 1 dan parade 1000 meter batik. Kegiatan yang melibatkan sedikitnya 5.000 peserta ibu digelar di Gelora A Yani Kota Mojokerto.

Mojo Spekta 2019 menjadi perhelatan terbesar dan pertama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menuju kota pariwisata. Dimulai dengan final Pemilihan Gus Yuk pada, Rabu (20/11/2019) dan peragaan busana Daur Ulang di Alun-alun pada, Kamis (21/11/2019), Festival 5000 Payah dan Dzikir Kebangsaan di Lapangan Surodinawan, Jumat (22/11/2019).

Dilanjut Mojo Batik Festival di Alun-alun pada, Sabtu (23/11/2019) dan ditutup drama kolosal Mojopahit Babagan I dan Parade 1.000 meter Batik Mojokerto di Gelora A Yani pada, Minggu (24/11/2019). Parade 1.000 meter batik dengan 120 motif ini diarak dari Gelora A Yani menuju Alun-alun.

Warga Kota Mojokerto tumplek blek di Gelora A Yani untuk menyaksikan drama kolosal Mojopahit Babagan I. Sementara ribuan peserta dengan memakai kostum tradisional Majapahit, lengkap beserta aksesoris yang melekat unjuk kebolehan dihadapan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Forkopimda, Kepala OPD serta tamu undangan.

Drama kolosal Mojopahit Babagan 1, menceritakan tentang dinobatkannya Raden Wijaya sebagai raja di Kerajaan Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka atau bertepatan dengan tanggal 12 November 1293. Musikalisasi diisi Memet Chairul Slamet.

“Ini merupakan teater kolosal Majapahit yang dikemas secara serial. Untuk tahun ini, menceritakan kemenangan Jayawardhana dan di tahun depan ceritanya akan beda lagi namun masih berkesinambungan. Ini akan menjadi motivasi kami dalam menggelar kegiatan yang serupa dengan melibatkan unsur masyarakat,” ungkap Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Parade 1.000 meter batik diarak dari Gelora A Yani menuju Alun-alun Kota Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]
Melihat antusiasme ribuan warga Kota Mojokerto dalam pegelaran Mojo Spekta 2019, Ning Ita (sapaan akrab, red) mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang sudah terlibat. Baik dari pelajar, sponsorship hingga instansi pemerintah dan swasta.

“Serangkaian kegiatan selama lima hari ini, merupakan prioritas Kota Mojokerto menjadi kota pariwisata. Nah, karena destinasi wisata mungkin belum terbangun, sembari mengarah ke sana, malalui event pariwisata inilah yang terus kami gencarkan. Dan kebetulan, bulan November adalah bulan Mojopahit, kami ingin mensinergikan itu dengan tema besarnya Spirit of Mojopahit,” jelasnya.

Usai penampilan drama kolosal Mojopahit Babagan 1, ribuan orang telah siap membentangkan kain batik sepanjang 1.000 meter. Pemberangkatan parade kain batik Majapahit dengan 120 motif ini, dimulai dari Gelora A Yani, Magersari menuju Alun-alun Kota Mojokerto. Tepat di garis finish, para peserta parade disambut dengan alunan macapat.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar