Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Di Bumi Wali

Disparbud Bersama Komunitas Ginyo Lamongan Gelar Kemah Sejarah dan Budaya Teater Pelajar

Kemah Sejarah dan Budaya Teater Pelajar yang digelar Disparbud bersama Komunitas Ginyo Lamongan, Kamis (24-25/11/2022), di Bumi Wali, Wisata Religi Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Wisata Religi Makam Sunan Drajat menjadi objek utama Kemah Sejarah dan Budaya yang diikuti oleh gabungan teater pelajar se-Lamongan. Kemah ini digelar selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25/11/2022).

Kemah Budaya merupakan hasil kerjasama antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan dengan Komunitas Ginyo Lamongan.

Menurut Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah, Kemah Sejarah dan Budaya ini bagian dari kegiatan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan koleksi secara terpadu, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Museum Tahun 2022.


“Kemah Budaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan tentang kebudayaan yang ada di Kabupaten Lamongan, termasuk kesenian, cagar budaya, dan sejarah yang ada di Lamongan, sehingga peserta kemah semakin mengetahui dan mencintai kebudayaannya,” kata Rubikah Kamis (24/11/2022).

Melalui kemah budaya ini, Rubikah juga berpesan bahwa para peserta bisa turut mengenalkan dan mempromosikan kebudayaan yang ada di Lamongan kepada teman sebayanya. “Para peserta ini harus bisa menularkan wawasan yang didapat dan mengajak rekan-rekannya untuk ikut menjelajahi daerah cagar budaya maupun wisata budaya yang ada di Kabupaten Lamongan,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Ginyo Lamongan, Luqman Hakim menyampaikan bahwa kemah budaya ini diikuti oleh 83 peserta yang berasal dari teater pelajar di 10 lembaga pendidikan se-Lamongan. “Untuk peserta merupakan utusan dari SMA/SMK/MA yang berasal dari 10 lembaga pendidikan dengan jumlah peserta 83 pelajar putra putri,” ujar Luqman.

Terkait dipilihnya Bumi Wali, Wisata Religi Makam Sunan Drajat, Kecamatan Paciran sebagai lokasi kemah budaya, Luqman menuturkan, hal itu lantaran tempat ini memiliki banyak koleksi peninggalan sejarah dan cagar budaya, utamanya di Museum Sunan Drajat sendiri.

“Peserta kemah budaya ini nantinya akan diajak menjelajahi berbagai situs dan mengekplor cagar budaya yang ada di Sunan Drajat. Juga diberikan materi tentang sejarah Sunan Drajat dan perkembangannya, serta nilai-nilai ajarannya,” tutur alumnus Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang ini.

Tak cukup itu, tambah Luqman, dalam kemah budaya ini para peserta juga akan dibekali materi keteateran seperti olah rasa, olah tubuh, manajemen panggung dan keaktoran. Bahkan juga digelar pentas seni, mulai dari parade jimbe, musikalisasi puisi, dan kentrung Lamongan.

Lebih lanjut, Luqman berharap, kemah budaya ini mampu membentuk kepribadian peserta agar lebih berkarakter dan mampu meneladani nilai-nilai ajaran Sunan Drajat dalam kehidupannya. “Mudah-mudahan para generasi muda ini bisa semakin mencintai sejarah dan kebudayaannya yang ada di Kabupaten Lamongan. Selain itu, melalu latihan teater gabungan ini peserta juga mampu mengembangkan potensinya masing-masing,” harapnya.

Sekadar diketahui, turut hadir dalam kegiatan ini yakni Sekretaris Disparbud Lamongan, Miftach Alamudin, Kepala Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan, Edy Suprapto, pegiat budaya, dan sejumlah seniman Lamongan. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar