Gaya Hidup

Dibuka 1 Oktober, Pendaki Gunung Semeru Harus Ingat Imbauan Gimbal Alas

Prasasti Soe Hok Gie di gerbang puncak Mahameru. (Gimbal Alas Indonesia)

Malang (beritajatim.com) – Komunitas Gimbal Alas Indonesia mengingatkan para pendaki untuk tidak membuang sampah sembarangan di Gunung Semeru. Imbauan itu diberikan seiring dibukanya kembali jalur pendakian pada Kamis, 1 Oktober 2020 mendatang oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

“Jenis-jenis sampah yang sering dijumpai mulai dari botol, plastik, bungkus mie instan, tisu kering, tisu basah bekas orang buang air besar. Kemarin kita juga ikut jalur pembersihan pendakian sebelum diputuskan dibuka kan. Ya kita temukan sampah-sampah itu,” kata Anggota Gimbal Alas Indonesia, Trianko Hermanda, Sabtu, (26/9/2020).

Trianko mengungkapkan, di tahun 2013 kondisi memprihatinkan terlihat di Gunung Semeru, utamanya di Ranu Kumbolo. Tumpukan sampah mencapai sekira 12 ton. Jumlah sebanyak itu didapat pasca kegiatan Agustusan di Gunung setinggi 3.676 mdpl ini. Saat itu memang sedang “booming” mendaki gunung pasca dirilisnya film 5 centimeter.

“Agustus di tahun 2013 kita kumpulkan sampah total berat sampah 12 ton. Itu pasca kegiatan Agustusan di sana. Sampah di Ranu Kumbolo sampai menumpuk. Akhirnya kami beri kantong kresek berisi sampah kepada pendaki di sana untuk dibawa ke bawah,” papar Trianko.

Sebagai bentuk protes, mereka bahkan melakukan aksi mendaki Gunung Semeru dengan jalan mundur yang dilakukan oleh anggota Gimbal Alas Indonesia, Tarpin Iswahyudi pada tahun 2013. Jalan mundur sebagai simbol bahwa terjadi kemunduran dikalangan pendaki bahwa saat berada di alam mereka justru merusak lingkungan karena membuang sampah sembarangan.

“Jalan mundur adalah aksi kita bentuk protes ke para pendaki untuk sadar lingkungan dengan tidak membuang sampah di Gunung. Kita tidak hanya protes tapi juga memberikan edukasi dengan mengajak pendaki tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Trianko.

Setelah ditutup selama satu tahun, jalur pendakian Gunung Semeru di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka per Kamis, 1 Oktober 2020 mendatang. Balai Besar TNBTS memutuskan membuka setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi pembukaan jalur pendakian dalam rangka reaktivasi bertahap pendakian Gunung Semeru pada tanggal 21 September 2020.
Dengan ini diumumkan bahwa pendakian Gunung Semeru pada masa adaptasi kebiasaan baru di TNBTS dibuka kembali pada Kamis, 1 Oktober 2020,” papar Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie.

John mengatakan, pihaknya akan menerapkan SOP pendakian Gunung Semeru pada masa adaptasi kebiasaan baru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Alasan dibuka, karena para pendaki telah rindu mendaki ke puncak Mahameru.

“Pertimbangan subyektif, pendakian Semeru sudah satu tahun ditutup sehingga memunculkan kerinduan pendaki untuk mendaki ke Semeru. Membangkitkan roda ekonomi masyarakat sekitar setelah selama satu tahun pendakian ditutup,” tandas John Kenedie. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar