Gaya Hidup

Dianggap Lebih Berkhasiat, Memakan Tempe Mentah Menimbulkan Pro dan Kontra

Dian A. Yudianto, Pixabay

Surabaya (beritajatim.com) – Siapa tak suka makan tempe? Olahan kedelai ini kaya akan gizi dan kandungan yang baik bagi tubuh, seperti zat besi, protein, asam amino, vitamin, lemak nabati, fosfor dan lainnya. Tidak hanya bergizi layaknya daging, tempe juga dikenal mempunyai cita rasa yang tak kalah lezat.

Selain rasanya, kudapan asli Indonesia ini juga sangat mudah didapatkan dan harganya puncukup terjangkau, tak ayal jika penikmatnya pun terdiri dari berbagai kalangan. Apalagi kini banyak sekali olahan tempe yang dijadikan beragam jenis hidangan. Bahkan kelezatan tempe tidak hanya diminati masyarakat lokal, warga dari mancanegara pun tertarik dengan tempe.

Meski banyak ragam masakan berbahan dasar tempe, namun sebagian masyarakat juga ada yang mengonsumsinya secara mentah. Rasanya pun sebenarnya tetap lezat layaknya tempe sebagaimana mestinya. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa memakan tempe mentah lebih baik daripada dimasak terlebih dahulu.

Jika menurut pakar, kandungan tempe mentah maupun dimasak terlebih dahulu sebenarnya sama saja. Makanan yang menggunakan jamur Rhizopus Oligosporus untuk fermentasi ini pun sebenarnya juga bisa secara langsung dikonsumsi oleh masyarakat tanpa melalui proses dimasak.

Meski tempe boleh dikonsumsi secara mentah, namun para ahli menyarankan untuk memastikan terlebih dahulu bahwa tempe yang akan dikonsumsi higienis. Mengingat banyaknya proses pembuatannya yang tidak cukup steril. Seperti pada produksi tempe yang mengutamakan higienitas seperti tidak menggunakan masker, tidak mencuci tangan, dan bertelanjang dada ketika sedang mengolahnya.

Selain dari faktor pembuatnya, faktor lain seperti peralatan yang tidak cukup bersih hingga lingkungan sekitar yang kumuh membuat para ahli menyarankan untuk tidak memakan tempe secara mentah. Hal-hal yang mungkin bisa saja terjadi pada tubuh ketika memakan tempe mentah tak higienis tentu dapat menyebabkan sakit pada perut dan diare.

Jadi kesimpulannya tempe mentah boleh dikonsumsi, namun alangkah baiknnya untuk dihindari, terlebih jika tidak mengetahui secara pasti bagaimana produksi tempe tersebut terjadi. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Bukankah tempe yang dimasak justru lebih enak untuk dinikmati? [fyi/esd]



Apa Reaksi Anda?

Komentar