Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Di Paris Fashion Week, Sepuluh Desainer Muda Surabaya Angkat Tema Tokoh Mitologi

Surabaya (beritajatim.com) – Menampilkan sepuluh karya terbaiknya, desainer muda siswa LaSalle College Surabaya ini mengambil tokoh inspiratif untuk busana yang didesainnya. Tokoh-tokoh mitologi Indonesia, yang biasa ditemui dalam cerita rakyat hadir dalam koleksi ‘Indonesian Folklore’.

Kesepuluh busana tersebut rencananya akan diboyong ke Paris untuk mengikuti ajang fashion show di Paris Fashion Week pada Maret 2022 mendatang. Mereka akan membawakan busana kategori ready to wear.

Mengangkat tema tokoh mitologi dalam cerita rakyat Indonesia, para desainer muda ini ingin membawa budaya Indonesia ke kancah internasional.

“Saya ingin mengampanyekan kebudayaan Indonesia lewat ajang fashion internasional. PFW ini menurut saya adalah wadah yang tepat. Bisa mengajak para siswa LaSalle untuk unjuk bakat sekaligus mengenalkan budaya Indonesia supaya bisa dinikmati masyarakat internasional,” ujar Patrick SML salah satu dosen LaSalle, Jumat (28/1/2022).

Patrick mengatakan konsep mitologi tokoh cerita rakyat Indonesia direpresentasikan melalui kain wastra Nusantara yakni Tenun Gedog dari Tuban. Melalui Tenun Gedog ini, Patrick berharap budaya Indonesia bisa makin dikenal.

“Sebagai upaya untuk memperkaya dan menonjolkan budaya Indonesia yang disampaikan, para siswa diminta untuk menggunakan Tenun Gedog di setiap tampilan koleksinya,” tuturnya.

Tenun Gedog sendiri merupakan salah satu kain tradisional Indonesia yang berasal dari Tuban. Keistimewaan kain ini adalah dari cara pembuatannya. Tenun Gedog dibuat atau ditenun menggunakan tangan, sehingga setiap helai kain memiliki nilai yang berharga.

Sementara itu, 10 siswa jurusan fashion design menyiapkan masing-masing satu busana andalan mereka. Meski dibuat terpisah, busana tersebut tergabung dalam satu tema besar.

Dalam proses pembuatannya, setiap siswa mengambil ide dan konsep utama dari satu tokoh mitologi Indonesia. Mulai dari Nyi Roro Kidul, Keong Mas, Dewi Sri, Ken Dedes, Legenda Danau Toba dan masih banyak lagi.

“Mereka akan menggunakan karakteristik utama dari setiap karakter yang dipilih, kemudian menerapkannya dalam desain masing-masing koleksi. Sehingga, setiap desain memiliki nilai tertentu berdasarkan gaya masing-masing siswa,” jelas Patrick.

“Para siswa juga menggabungkan siluet modern dengan kain tradisional berupa Tenun Gedog untuk menciptakan potongan yang unik dan langka,” imbuhnya.

Salah satu siswa, Angel Wina salah satu siswa menceritakan jika busananya juga akan ditampilkan di ajang Paris Fashion Week 2022 mengatakan, ia mengadopsi tokoh dari cerita rakyat Ken Dedes.

Ken Dedes diceritakan sebagai seorang putri yang cantik jelita dari Kerajaan Singosari. Kecantikan Ken Dedes disebut mampu membuat banyak raja terkesima. Tokoh Ken Dedes ini kemudian menginspirasi Angel untuk membuat suatu look busana yang feminim dan cantik.

“Sengaja membuat bustier dress dengan look feminim untuk merepresentasikan sosok Ken Dedes yang cantik dan anggun. Dress ini menonjolkan siluet seorang wanita. Pada bagian atas saya gunakan Tenun Gedog Tuban supaya terlihat menonjol,” kata Angel.

Angel menambahkan aksen sleeve ranut dengan gabungan beberapa warna earth tone untuk membuat bagian lengan lebih bervariasi.

Sleeve rajut tersebut disusun mulai setengah lengan atas hingga menutupi sebagian telapak tangan. Sleeve ini sengaja dibuat untuk memberikan sentuhan yang unik dan berbeda. “Untuk menambah kesan feminim di bagian bawah, saya mengombinasikan rok dengan kain berbahan tile. Sehingga, siluet kaki lebih kelihatan dan jenjang,” paparnya.

Dalam proses pembuatannya, para siswa LaSalle College Surabaya Ini membutuhkan waktu sekitar 4 bulan. Mereka menggunakan satu palet warna yang sama yakni earth tone untuk membuat koleksi busana nan indah dan menawan.[way/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar