Gaya Hidup

Desa Balongmojo Mojokerto Manfaatkan Kelor Jadi Campuran Pentol 

Pentol Kelor
Pentol Kelor Mojo salah satu produk yang dijadikan icon Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pentol Kelor Mojo sendiri merupakan salah satu produk yang dijadikan icon Desa Balongmojo di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dalam program Desa Berdaya Tahun 2022. Banyaknya produsen pentol dan tanaman kelor di wilayah desa itu membuat pemerintah desa setempat memutar otak untuk memanfaatkannya.

Tanaman kelor dengan mudah dijumpai di desa yang terletak di jalur nasional Surabaya – Madiun tersebut. Karena di halaman rumah warga di Desa Balongmojo terdapat tanaman kelor. Tak hanya di setiap rumah, tanaman yang mempunyai nama latin Moringa Oleifera ini juga banyak dijumpai di sepanjang jalan desa.

Selain daun kelor sendiri memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, Pemerintah Desa (Pemdes) Balongmojo mampu mengolah daun kelor ini menjadi makanan yang enak serta kaya akan gizi. Pentol Kelor Mojo dikenalkan Desa Balongmojo sejak tahun 2022 lalu dan menjadi icon Desa Balongmojo.

Kepala Desa (Kades) Balongmojo, Ahmad Muslik mengatakan, Desa Berdaya Balongmojo ada program One House One Kelor, banyak pengrajin pentol sehingga menjadi inspirasi Pemdes Balongmojo untuk menjadi tanaman kelor sebagai icon melalui pentol. “Produk unggulan yang ikonik, ciri khas,” ungkapnya, Sabtu (28/1/2023).

Meski di Desa Balongmojo, selain banyak pengrajin pentol juga banyak pengusaha sepatu sandal. Namun sepatu sandal dinilai tidak lagi ikonik karena di daerah lain juga banyak pengusaha sepatu sandal. Sehingga dari program One House One Kelor sejak tahun 2020 lalu, dipilih sebagai icon.

“Kita kan punya tim, kita rembukan untuk menentukan apa ciri khas yang bisa ditonjolkan dari Desa Balongmojo ini. Karena banyak tanaman kelor dan pengrajin pentol, kemudian tim coba browsing ke google mencari informasi terkait tanaman kelor. Ternyata tidak banyak yang memanfaatkan tanaman ini,” katanya.

Pentol Kelor
Pentol Kelor Mojo salah satu produk yang dijadikan icon Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]
Masih kata Kades, di daerah lain ada yang membuat kripik kelor, pudding kelor, onde-onde kelor sehingga akhirnya diputuskan tanaman kelor dipadukan dengan salah satu mata pencaharian warga Desa Balongmojo yakni pengrajin pentol. Sehingga tercipta Pentol Kelor Mojo merupakan icon Desa Balongmojo.

“Ini ide dari tim. Alhamdulillah saya merasa bangga dengan organisasi yang ada di Desa Balongmojo termasuk warga Desa Balongmojo. Karena dengan inovasi dari beliau-beliau semua, akhirnya kita bisa menjadi desa yang mempunyai produk ikonik berupa pentol kelor. Pentol kelor ini sangat bergizi dan enak rasanya,” ujarnya.

Daun kelor sendiri mengandung gizi lebih banyak, vitamin, kalsium dan zat besi yang sangat banyak. Baik untuk anak-anak sehingga dengan dipadukan dengan pentol, lanjut Kades, yang tadinya anak-anak tidak suka kelor jadi suka karena ada pentol. Selain itu murah sebagai jajanan anak-anak.

“Tidak hanya anak-anak, pentol juga disukai orang dewasa. Kami harapkan di masa selanjutnya, orang ingat Balongmojo ingat pentol kelor. Ingat pentol kelor, ingat Balongmojo. Itulah harapan kami, ikonik yang ada di Desa Balongmojo. Selain sebagai pengrajin pentol, mayoritas mata pencaharian warga adalah petani dan UMKM,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Balongmojo, Anik Anifah menambahkan, Pentol Kelor Mojo Desa Balongmojo memiliki beberapa varian selain original. “Pentol kelor mempunyai lima varian. Keju, sayur, mercon, puyuh dan original,” tambahnya.

Penjualannya melalui online yang dipusatkan di Bumdes Balongmojo yang ada di Balai Desa Balongmojo. Sebelumnya, dari Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto juga memesan pentol kelor, sementara dari luar kota pemesanan juga sudah mulai berdatangan. Seperti dari Surabaya.

“Alhamdulillah pentol telor rasanya lebih enak, lebih bergizi dan teksturnya lebih lembut. Selain bergizi, manfaat daun kelor juga banyak, seperti mencegah penyakit diabetes, asam ulat dan masih banyak lagi manfaatnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati meluncurkan Pentol Kelor Mojo sebagai icon Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Launching Pentol Kelor Mojo sebagai icon Desa Balongmojo tersebut berlangsung di Balai Desa Balongmojo pada, Selasa (13/12/2022) lalu.

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tersebut mengapresiasi Pemdes Balongmojo terkait pemilihan tanaman kelor untuk menjadi icon desa dinilai keputusan yang luar biasa. Daun kelor memiliki ciri khas bau langur tersebut berhasil diolah sehingga tidak berbau.

Melansir website resmi Kementrian Pertanian Republik Indonesia, www.litbang.pertanian.go.id, daun kelor memiliki kandungan yang tinggi akan vitamin C, kalsium, beta karoten dan potassium yang bekerja efektif sebagai sumber anti oksidan alami. Karena tingginya kandungan nutrisi dalam daunnya, kelor dijuluki sebagai ‘tree of life’.

Organisasi kesehatan dunia WHO telah lama menganjurkan penggunaan tanaman kelor bagi anak anak di dunia. Karena daun tanaman ini mengandung tujuh kali vitamin C pada jeruk, empat kali kalsium pada susu, empat kali vitamin A pada wortel, dua kali protein pada susu dan tiga kali potassium pada pisang.

Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) sangat banyak mengandung protein. Bagian dari tanaman yang memiliki nutrisi tinggi adalah daunnya. Daun kelor dilaporkan memiliki kandungan protein (19-29 persen), serat (16-24 persen), lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, magnesium, fosfor, besi, sulfur, asam oksalat, vitamin A, vitamin B (Kolin), vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3, vitamin C dan vitamin E. [tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV dan Foto

BPOM RI Segel Jamu Tradisional di Banyuwangi

Korban Pelecehan Harus Berani Lapor

Coba Yuk Spa Kurma di Surabaya