Gaya Hidup

Demi Pemajuan Seni Budaya Sidoarjo, Dekesda Ajukan 5 Usulan ke Pemda

Raker Dekesda tanggal 24 Oktober 2020 lalu di Fave Hotel.

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) mendapat tanggung jawab untuk memajukan sektor seni dan budaya di Sidoarjo. Tanggung jawab tersebut telah dikerjakan namun hasilnya belum maksimal. Ada beberapa problem eksternal yang menjadi kendala.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Dekesda Ali Aspandi, Rabu (11/11/2020). Menurut Ali Aspandi, dibutuhkan kerja sama dengan institusi lain agar kinerja Dekesda dalam mengemban tanggung jawab pemajuan seni dan budaya lebih maksimal.

“Problem ini menjadi pembahasan dalam Sidang Pleno II, Rapat Kerja Dekesda 24 Oktober lalu. Keputusan Sidang Pleno II dengan pimpinan Bambang Hermutoko, anggota Sentot Usdek dan Hadi Anugroho, maka Dekesda mengajukan 5 usulan kepada Pemda Sidoarjo,” kata Ali Aspandi.

Pengacara yang baru saja menyelesaikan penulisan novel perdana itu memaparkan, Pemda dalam memajukan Sidoarjo banyak dan fokus di sektor industri, perikanan, UMKM koperasi, pertanian dan infrastruktur. Sektor seni budaya belum menjadi bagian dari strategi pembangunan.

“Seni budaya harus dijadikan program prioritas untuk membantu menciptakan stabilitas pertumbuhan ekonomi agar menjadi berdaya saing,” kata lelaki berkacamata yang kini mulai suka membatik tersebut.

Lomba Langgam Jawa Campursari di halaman Sekretariat Deskesda, Jl Erlangga 67, Celep, Sidoarjo, akhir Oktober 2020 lalu.

Upaya menjadikan seni budaya sebagai prioritas pembangunan Pemda Sidoarjo itu merupakan usulan pertama. Usulan lainnya, Dekesda meminta agar seniman dan budayawan lebih dilibatkan dalam penyusunan rancangan pembangunan.

“Pelibatan secara intens para tokoh seniman dan budayawan dalam setiap rancangan kebijakan pembangunan seni budaya di kabupaten Sidoarjo, hingga saat ini, belumlah maksimal,” kata Ali Aspandi.

Usulan ketiga terkait dengan ekosistem seni budaya. Menurut pria berpenampilan kalem itu, belum terbangun ekosistem seni budaya yang kondusif di Sidoarjo. “Hal ini meliputi sarana dan prasarana kesenian dan kebudayaan berskala nasional. Kita gedung pertunjukan yang berstandar nasional saja belum punya. Kita mengusulkan kepada Pemda untuk memikirkan hal ini,” katanya.

Keempat, Ali Aspandi mengakui, kinerja Dekesda dalam mengemban misi pemajuan seni budaya kerap kali terbentur masalah anggaran. ‘Keperpihakan anggaran ABPD pemerintah daerah kepada Dewan Kesenian Sidoarjo relatif belum maksimal dibanding kebutuhan untuk pemajuan seni budaya sebagaimana proposal yang diajukan,’ tuturnya.

Terakhir, kata Ali Aspandi, Dekesda mengusulkan dibentuk Forum Komunikasi dan Koordinasi antara (1) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, (2) Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, dan (3) Dewan Kesenian Sidoarjo.

“Dengan Forum Komunikasi, kita bisa bersama-sama dan bersinergi dalam pemajuan seni budaya. Sebab selama ini, kita terkesan jalan sendiri-sendiri. Padahal tujuan kita sama,” tandas Ali Aspandi. [but]

Ketua Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) Ali Aspandi.




Apa Reaksi Anda?

Komentar