Gaya Hidup

Demi Keluarga, Siang Sebagai Kuli Angkut LPG, Malam Jadi ‘Kuntilanak’

Dian dan beberapa warga berfoto di taman Wijaya Kusuma

Sampang (beritajatim.com) – Kuntilanak yang muncul setelah adzan Isak di area taman Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, mulai terkuak. Sebab, mahluk menyeramkan tersebut ternyata bernama Dian (38), warga Kecamatan Krajan, Kabupaten Gresik.

Dian berdandan menyerupai kuntilanak hanya demi rupiah untuk bisa menghidupi keluarga dan dua anaknya yang tinggal di Gresik. Singkat cerita, Dian keseharianya adalah buruh kuli angkut gas LPG. Setelah pulang kerja, Dian bergegas menuju Sampang mengendarai sepeda motor untuk mencari penghasilan tambahan dengan cara berdadan menyerupai kuntilanak atau pocong sebagai objek foto para pengunjung taman.

Dirinya bercerita bahwa penghasilannya menjadi makhluk seram itu tidak banyak, terkadang hanya cukup untuk beli bensin pulang pergi Sampang-Gresik. Tetapi Dian bisa bertahan selama 4 bulan di Sampang, walaupun penghasilannya tidak seberapa namun dirinya merasa aman dan senang berada di kota yang dianggap kecil namun masyarakatnya mempunyai jiwa sosial tinggi.

“Penghasilan saya menjadi pocong atau kuntilanak ini berkisar Rp 100 ribu, separuhnya untuk bensin saya pulang pergi tiap malam ke Gresik,” terangnya, Kamis (14/11/2019).

Dian berharap ada pekerjaan yang lebih layak untuk dirinya karena setiap hari pulang pergi Gresik-Sampang menempuh ratusan kilometer. Tetapi, penghasilanya tidak menentu. “Jika boleh memilih lebih baik saya bekerja yang lain tapi apa daya untuk menghidupi keluarga, kalau siang menjadi kuli angkut LPG dan malamnya menjadi kuntilanak,” pungkasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar