Gaya Hidup

De Forest Restoran Modern Berkonsep Alam Layak Dicoba

Surabaya (beritajatim.com) – Hijaunya pekarang restoran De Forest di Kita Surabaya membuat hati jadi adem. Layaknya jalur labirin, kita diminta untuk memutar dan berkelok di jalan setapak menuju pintu masuk.

Tak nampak mewah dan megah atau bahkan layaknya restoran modern lainnya. De Forest menyajikan secara minimalis sederhana tapi menyejukkan suasana mata dan telinga. Menghadirkan tanaman nan hijau dan berwarna-warni, restoran yang baru buka awal Februari 2020 ini membuat suasana beda dari restoran lainnya.

Bahkan pengunjung dimanjakan dengan tiap sudut bangku yang memiliki spot foto instagramable. Tak hanya menyajikan menu Indo western yang terkenal lezat dan ramah di kantong buat kalangan millenial.

Pemilik resto juga menyajikan suasana alam yang asri, sejuk dan bahkan tak bising dari suara lalulalang kendaraan. Persis seperti di alam pegunungan yang kental dengan suara kicauan burung yang merdu. Ditambah lagi saat masuk ke resto De Forest, pengunjung sudah bisa merasakan nuansa alam dengan irama musik Rindik Bali nan merdu.

Hadir di Surabaya, konseptor De Forest yakni Jonatan, pemuda milenial ini memulau bisnis F&B berkat dukungan dari orangtuanya. Sang orangtua yang lebih dulu menggeluti bisnis kuliner. Membuatnya terdongkrak untuk terjun ke bisnis food and beverage (F&B) ini.

“Aku sih mengusung tema alam karena memang Surabaya ini kota metropolitan. Jadi menyuguhkan hal berbeda yang bisa jadi daya tarik konsumen. Kenyamanan dan kelezatan menjadi sajian utama kami untuk penikmat kuliner di Kota Surabaya. Inilah bedanya restoran De Forest dengan lainnya,” ujar Jonatan dalam keterangan tertulis yang diterima radaksi beritajatim.com, Minggu (2/8/2020).

Selain kombinasi restoran masakan modern, De Forest juga menyajikan spot foto yang instagramable di setiap sudut meja. Masakan yang disuguhkan juga unik, yaitu perpaduan bumbu nusantara dengan penyajian ala western. Sehingga selain bisa mengabadikan kebersamaan, pengunjung juga bisa menikmati menu hidangan yang lezat.

“Untuk menu juga berbeda dari restoran lain. Yang pasti masakannya masakan Indonesia dipadu dengan penyajian ala western. Pokoknya miks gitu. Tapi tidak mengurangi cita rasa nusantara, dan khasnya masakan baratini,” tambahnya.

Jonatan menyebut, bisnis yang baru digelutinya sejak lima bulan itu memang sedikit terkendala ketika Pandemi Covid-19. Oleh sebab itu ia pun memutar otak bersama rekan-rekan bisnisnya untuk membuat restoran yang berbeda ini.

Bahkan protokol kesehatan pun mereka terapkan. Tujuannya adalah membuat para pengunjung nyaman dan aman. Bahkan. Sehari restoran ini dibuka dua kali, sehingga pembersihan restoran terus terjaga dan pegawai juga bisa menyajikan makanan lezat tanpa tertekan waktu kerja.

“Aturan protokol kesehatan tetap ada. Pegawai dan pengunjung kita cek suhu dan peralatan kita bersihkan total. Tak hanya itu, kita juga semprot ruangan dari room VIP dan room lainnya dengan desinfektan. Jadi kenyamanan menjadi modal utama kami untuk pelanggan,” lanjut Jonatan.

Sementara salah satu pengunjung, Debby Kinanti atau akrab disapa Key mengaku sangat nyaman berada di restoran De Forest. Susana musik seperti gamelan khas Bali dan burung dipadu dengan dekorasi alam nan hijau di restoran membuatnya dimanjakan oleh pemilim restoran. Kwalitas resto yang nyaman ini membuatnya beberapa kali mengunjungi restoran untuk menikmati kelezatan makanan dan kenyamanan suasana bersama pasangannya.

“Suasananya tenang dan nyaman. Menunya juga oke dan worth it. Untuk harga masih terjangkau di kantong mahasiswa. Yang pasti konsepnya bagus banget. Teduh, adem, nyaman, asik dan instagramable banget. Pokoknya millenials banget,” papar Key.

De Forest  buka tiap hari dari jam 11.00 sampai 15.00 Wib. Lalu kembali buka pada pukul 17.00 sampai 21.00 Wib. Suasana yang berbeda ini, menjadikan pelanggan restoran De Forest harus memesan table terlebih dahulu.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar