Gaya Hidup

Dari Komunitas Ringankan Dampak Covid-19 Terhadap Asongan

Salah satu komunitas otomotif di Bojonegoro bagikan sembako kepada asongan di Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Salah satu dampak yang paling terlihat akibat pandemi Virus Corona adalah para pedagang asongan. Mereka yang biasanya menggantungkan pembeli dari penumpang bus kini kian sepi.

Apalagi beberapa wilayah mulai memberlakukan kebijakan sosial dan physichal distancing, bekerja dari rumah, serta kebijakan lain. Sementara bagi para pedagang asongan, jika tidak berjualan maka tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Penghasilan sekarang turun separo lebih adanya virus corona ini,” ujar salah seorang pedagang asongan di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Iskandar (45).

Pria yang berjualan nasi bungkus, gorengan, minuman dan jajanan yang biasa ditawarkan di angkutan umum itu mengaku pembeli saat ini sebagian besar hanya dari crew bus. “Karena penumpang sangat sepi,” lanjut pria asal Kelurhan Kadipaten, Bojonegoro itu.

Perhari, dia menghitung hasil jualannya tidak lebih dari Rp 50 ribu. Biasanya saat tidak ada wabah Covid-19 dia bisa mendapat uang Rp 350 ribu perhari.

Melihat hal itu, salah satu komunitas otomotif di Bojonegoro Supermoto Indonesia Bojonegoro Chapter mengumpulkan donasi berupa kebutuhan pokok bagi para pedagang asongan di Terminal Rajekwesi. Mereka berkolaborasi dengan petugas Terminal Rajekwesi dan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kami memberikan paket sembako, berupa beras, mie dan kecap kepada pedagang asongan. Semoga bisa sedikit meringankan beban mereka,” ungkap salah seorang anggota Supermoto Indonesia Bojonegoro Chapter, Cholid.

Pembagian sembako dibantu langsung oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang bertugas di Terminal Rajekwesi Bojonegoro. Sementara PMI Cabang Bojonegoro melakukan penyemprotan disinfektan di kendaraan MPU maupun bus yang akan beroperasi.

“Penyemprotan disinfektan dilakukan khusus untuk MPU dan bus di Terminal, juga membagikan vitamin dan masker untuk awak bus,” jelas petugas PMI Cabang Bojonegoro, Suko H Widodo. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar