Gaya Hidup

Covid-19 Masih Tinggi, Wisata ke Bromo Masih Dikaji

Malang (beritajatim.com) – Rencana pembukaan wisata ke Gunung Bromo pada 1 Agustus 2020 mendatang kemungkinan batal dilakukan. Hal itu disebabkan masih tingginya angka penderita Covid-19 baik di Kabupaten Malang dan Pasuruan. Dua wilayah itu masih berstatus zona merah.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berencana melakukan rapat koordinasi membahas Standar Operasional (SOP) pembukaan kembali Gunung Bromo bersama empat kepala daerah, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.

“Makanya besok (Kamis (16/7/2020) ini kami rapatkan dengan perwakilan empat kepala daerah. Bagaimana kesimpulannya. SOP (Standar Operasional) bagaimana yang layak. Karena Covid-19 ini luar biasa penambahan pasiennya. Malang sama Pasuruan saja masih zona merah. Tapi sebenarnya kalau semua sudah zona hijau ya besok pun saya buka,” kata Kepala TNBTS, John Kennedy, Rabu (15/7/2020).

Kennedy menjelaskan, kemungkinan dibukanya Gunung Bromo ini bisa buka dengan alasan, kecamatan sekitar Gunung Bromo masih berstatus zona hijau.

“Kami juga lihat dulu besok kenapa dua daerah itu zona merah, apakah kecamatan Poncokusumo kah yang merah? Apa bagaimana kami analisa dulu,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya dikabarkan melalui surat edaran bahwa Gunung Bromo akan buka kembali 1 Agustus 2020. Sementara saat buka nanti wisatawan ke Gunung Bromo hanya dibatasi 10 sampai 30 persen dari total kunjungan per hari. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar