Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Coba Kuliner Ngawi Legendaris Nasi Lethok Daun Jati Mbah Djan

Pecel lethok mbah Jan Ngawi

Ngawi (beritajatim.com) – Menghabiskan akhir pekan di Kabupaten Ngawi, tak lengkap rasanya jika belum mencoba kuliner lethok. Makanan yang dibuat dari fermentasi tempe itu popular di Ngawi. Bahkan, jadi kuliner wajib saat sarapan di Kota Ramah. Salah satunya adalah Warung Lethok MBah Djan yang terletak di Jalan Trunojoyo 6, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan/Kabupaten Ngawi.

Warung tersebut sudah melegenda sejak puluhan tahun silam. Resep asli saat generasi pertama tidak diubah sehingga mempertahankan cita rasa yang membuat penasaran dan ketagihan.

Budiyanto (53) warga setempat mengungkapkan kalau lethok sendiri adalah makanan yang dibuat dari fermentasi tempe. Yakni campuran tempe semangit atau tempat yang hampir busuk dan tempe yang segar. Ditambah dengan bumbu rempah dan kemudian difermentasi selama dua hari.

‘’Tempe semangit dan tempe biasa dihaluskan dulu. Kemudian dimasak bersama santan dan ditambah bumbu rempah, termasuk cabai, bawang merah, bunga lawang, dan rempah lainnya. terus dua hari didiamkan supaya rasanya enak. Dibuat dari lima tempe busuk dan 20 tempe biasa. Setelah dihaluskan dimasak dengan santan dan rempah, direbus mulai dari pagi hingga jam dua siang,’’ kata Budi, Sabtu (12/3/2022).

Warung Nasi Lethok Mbah Djan Ngawi

Dirinya meneruskan usaha keluarganya. Resep dari awal mereka buka selalu dijaga. Sehingga bisa mendatangkan pelanggan dari luar daerah. Resep itulah yang membuat lethok selalu membuat penasaran dan selalu digemari. Harganya pun sangat ramah di kantong.  Mulai Rp 3.000 hingga Rp 9.000.

Menikmati sajian lethok bisa ditambah dengan berbagai macam lauk, yakni babat goreng, iso, limpa, dan macam-macam telur. Rasa gurih dari tempe semangit dan santan sangat mendominasi sajian tersebut. Banyak warga Ngawi maupun luar daerah yang datang untuk mencoba atau justru kembali lagi setelah ketagihan.

‘’Kurang afdol kalau tidak sarapan lethok. Makanan ini dibuat dari tempe, bisa ditambah lauk jeroan, ada paru dan yang lainnya. Sudah dari mana-mana  tetap suka makan ini. Satu bungkus harganya Rp 9.000 tergantung lauknya apa. Yang paling nikmat karena bungkus atau pincuknya daun jati,’’ kata Yana Lena, pengunjung asal Ngawi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Supeno ,Anggota Komisi 3 DPRD NGawi tersebut kebetulan sarapan bersama keluarganya di Warung Lethok Mbah Djan. Dia menyebut Lethok sebagai kuliner khas yang hanya bisa ditemukan di Ngawi. Sajian pecel dengan sambal tumpang dengan pincuk daun jati membuat cita rasa yang unik dan nikmat.

‘’Ini khas sajian khas. Sambal tumpangnya kan bisa dicampur dengan jeroan. Saya tahu sendiri yang datang ke sini bukan hanya warga NGawi. Banyak yang dari luar kota. Karena di sini harganya cukup terjangkau,’’ katanya.  (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar