Gaya Hidup

Catherine Wong Bagikan Kiat Bisnis di Tengah Pandemi

Catherine Wong dalam webinar yang dilakukan Beritajatim.com

Malang(beritajatim.com) – Bertepatan dengan hari jadi ke-15, kami menggelar Webinar Inspiratif ‘Bangkit di Tengah Pandemi’ mulai tanggal 1 dan 5 April 2021. Sejumlah narasumber meramaikan webinar ini dengan keynote speaker Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Sesi pertama webinar dilakukan dengan tema Geliat Industri Kreatif Jawa Timur di Tengah Pandemi. Salah satu, pemateri adalah fashion designer, Catherine Wong, Kamis, 1 April 2021.

“Saya bekerja di bagian industri pernikahan otomatis pekerjaannya dalam rangka mengumpulkan banyak orang tentunya kita sangat sangat berdampak terutama pada tiga bulan pertama tetapi itu hampir pada semua sektor merasakan hal yang sama,” kata Catherine Wong.

Catherine mengatakan saat pemerintah mulai memperbolehkan kegiatan dengan protokol kesehatan mereka mulai merasakan titik terang lagi. Omsetnya tentu turun karena pandemi, tetapi seiring berjalannya waktu protokol kesehatan mulai disusun perlahan mulai membaik.

“Kami juga menerapkan banyak protokol kesehatan di butik saya selain menempatkan hand sanitizer saya juga rutin melakukan sterilisasi. Agustus sampai Desember sudah mulai membaik. Kita selaku vendor untuk make up dan foto itu mulai membaik tetapi untuk katering, dekorasi itu kan ada pembatasan tentu masih terdampak,” ujar Catherine Wong.

Catherine menuturkan, setelah pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di awal Januari, kembali terasa meski tidak seperti awal pandemi Covid-19. Di situ mulai ada penurunan, meski PPKM hanya penurunan jam operasional dari kewajiban tutup pukul 22.00 menjadi 20.00 WIB.

“Pertama itu sempat merosot lagi setelah itu mulai bangkit lagi interaksi mulai meningkat ekonomi mulai meningkat. Terkadang lebih terkadang kurang, pokoknya masih belum stabil. Kalau omzet untuk sekarang kita sudah kembali lagi sekitar 95 persen. Kalau saat PPKM kemarin sempat merosot 75 persen. Tetapi saat 3 bulan pertama pandemi covid itu merosotnya hampir 30 persen. Karena tidak ada orang nikah kan enggak boleh kumpul-kumpul,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu pelaku industri kreatif bersyukur karena pemerintah sudah menyusun Protokol Kesehatan terutama untuk pernikahan. Masyarakat bisa menggelar pesta pernikahan itu sangat menolong para vendor pernikahan. Daya beli masyarakat memang menurun. Tetapi mereka terus melakukan inovasi. Membuat produk bernama second brand dengan harga yang lebih murah.

“Second brand itu sebenarnya ide yang cukup lama. Cuma lama tidak kita pasarkan karena customer kita itu kebanyakan premium pasarnya. Jadi kita itu rasanya agak pupuk bawang untuk melaksanakan itu tetapi situasinya sekarang berubah. Otomatis kita beradaptasi ini waktu yang tepat untuk melaksanakan merek yang baru. Juga kita juga memberikan edukasi kepada customer bahwa budget pernikahan saat ini itu sudah sangat sangat irit,” tandasnya. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar