Gaya Hidup

Car Free Month Bromo, Wisatawan Tak Boleh Naik Kendaraan

Malang (beritajatim.com) – Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan memberlakukan wilayah bebas kendaraan atau Car Free Month (CFM). CFM akan dilangsungkan selama satu bulan penuh mulai Jumat (24/1/2020) pukul 00.00 WIB hingga Senin (24/2/2020) pukul 00.00 WIB.

Keputusan untuk menggelar CFM ini sebenarnya sudah ada sejak 2018 lalu. Namun, CFM baru bisa direalisasikan tahun ini.

Munculnya CFM tidak lain untuk menghormati masyarakat suku Tengger. Serta, memulihkan kondisi lingkungan sekitar kawasan TNBTS secara alamiah. CFM ini digelar bertepatan dengan wulan kepitu atau bulan ketujuh dalam kalender suku Tengger.

Masyarakat Tengger percaya, wulan kepitu ini adalah bulan yang disucikan. Pada wulan kepitu ini, masyarakat Tengger bakal melakoni ‘laku puasa mutih’ selama satu bulan.

“Untuk menghormati ‘megengan wulan pitu’, maka aktivitas di kawasan kaldera Tengger atau laut pasir, Bromo, savana dan sekitarnya tidak diperkenankan menggunakan kendaraan bermotor,” kata Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie, dalam siaran pers,Kamis (9/1/2020).

Wisatawan yang berkunjung ke TNBTS pun pada saat CFM diwajibkan untuk menggunakan kuda sebagai moda transportasi. Selain itu, wisatawan juga bisa bersepeda ataupun jalan kaki.

“Untuk kepentingan yang bersifat kegawatdaruratan, dan patroli pemantauan kawasan, dapat menggunakan kendaraan bermotor,” jelas Kenedie.

Kendaraan yang hendak menuju kawasan TNBTS bakal dibatasi hingga pintu masuk Coban Trisula Kabupaten Malang, pintu masuk Senduro Kabupaten Lumajang di Jemplang, pintu Tengger Laut Pasir Kabupaten Probolinggo di Cemorolawang, dan pintu masuk Resort Gunung Penanjakan Wonokitri Kabupaten Pasuruan di Pakis Bincil.

“Selama kebijakan diterapkan akan dilakukan pengamanan bersama di pintu-pintu masuk dengan dukungan personil dari Balai Besar TNBTS, perwakilan adat masyarakat Tengger, TNI, Polri, dan mitra Balai Besar TNBTS,” pungkasnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar