Gaya Hidup

Car Free Month Berakhir, Wisatawan Bromo Diperbolehkan Bawa Motor

Rombongan tim uji coba jaringan Smartfren 4G LTE, Jumat (24/10/2019), di savana Gunung Bromo. [Foto/Yusuf Wibisono]

Malang(beritajatim.com) – Bulan bebas kendaraan bermotor atau Car Free Month selama sebulan di kawasan Gunung Bromo berakhir sejak (24/2/2020) kemarin. Selama satu bulan Gunung Bromo tertutup dari segala aktivitas kendaraan bermotor.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengeluarkan kebijakan itu karena bertepatan dengan wulan kepitu dalam adat dan keyakinan suku Tengger. Wisatawan dilarang membawa kendaraan bermotor namun, Gunung Bromo tetap dibuka asalkan wisatawan jalan kaki, bersepada dan menaiki kuda.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, bulan bebas kendaraan bermotor merupakan penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat Tengger. Selain itu, Car Free Month juga digunakan untuk pemulihan ekosistem.

“Sekarang sudah dibuka sejak 24 Februari kemarin. Program ini salah satu implementasi 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yaitu penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat Tengger, sekaligus upaya untuk memulihkan ekosistem kawasan Bromo dan sekitarnya,” papar Sarif Hidayat, Rabu, (26/2/2020).

Syarif mengatakan, usai dibuka untuk kendaraan bermotor pihak Balai Besar meminta wisatawan agar tidak merusak lingkungan. Seperti tidak membuka jalur baru dan merusak padang savana yang telah tumbuh menghijau.

“Pengunjung yang bersepada motor agar tidak membuat jalur baru dengan mengorbankan rumput-rumput yang telah tumbuh asri di Savana, begitu juga untuk pengunjung yang menggunakan jasa jeep,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar