Gaya Hidup

Cagar Budaya di Jawa Timur Sementara Ditutup

Museum Trowulan di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menurup layanan Cagar Budaya di Jawa Timur hingga 2 Juli 2021 mendatang. Ini sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor : 4924/F.FI/TI.00.04/2/2021.

“Sudab ada surat edarannya. Kita terima surat edaran tanggal 21 Juni, tanggal 22 Juni langsung dilakukan penutupan. Semua layanan Cagar Budaya di Jawa Timur ditutup hingga 10 hari ke depan,” ungkap Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin, Jumat (25/6/2021).

Pihak BPCB Jawa Timur tidak bisa memastikan apakah nantinya ada perpanjangan. Menurutnya, semua akan diikuti karena semua merupakan kebijakan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Semua obyek Cagar Budaya yang ada juru pelihara yang dilakukan penutupan.

“Ini masalah nasional karena kasus Covid-19 sehingga menang akan ada berkurangnya pendapatan dari tiket pengunjung, namun ini kan dikelola pemerintah bukan di kelola swasta. Jadi ini sudah tanggungjawab pemerintah, jubel dibayar gaji juga bikan dari pendapatan tiket tapi dari pemerintah,” katanya.

Masih kata Zakaria, meski diakui ada target tiket pengunjung, namun semua demi keamanan pengunjung juga. Kebijakan pemerintah dengan menutup layanan Cagar Budaya tidak lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Meski diakui rugi namun manfaatnya untuk masyarakat juga cukup besar.

“Artinya tidak berkumpul di suatu tempat sekarang menjadi bahan sorotan. Jumlah pengunjung memang menurun sejak adanya pandemi Covid-19, penutupan ini bukan hanya sekarang. Dulu pemda juga menutup, ini artinya mungkin dulu perintah pemda dan sekarang perintah pemerintah pusat,” jelasnya.

Zakaria menambahkan, terkait pemeliharaan obyek Cagar Budaya menjadi tugas rutin juru pelihara namun yang tidak diperbolehkan yakni menerima pengunjung. Sehingga Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengeluarkan Surat Edaran tersebut.

Untuk di Kabupaten Mojokerto sendiri yakni sejumlah candi yang ada di Kecamatan Trowulan. Seperti Candi Brahu, Candi Wringin Lawang, Museum Trowulan, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Sumur Upas. Di Kecamatan Pacet yakni Candi Kesiman Tengah.

Sementara di Kecamatan Trawas yakni Pertirtaan Jolotundo, di Kecamatan Ngoro yakni Candi Brangkal dan Candi Jedong. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar