Gaya Hidup

Bupati Sumenep: Hotel Berbintang Bukan Soal Gaya Hidup, Tapi Kebutuhan Riil

Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mengapresiasi hadirnya Hotel Kaberaz Luxury yang berkonsep hotel budget di Sumenep.

“Dilihat dari jumlah penduduk, Sumenep memang perlu hotel lebih banyak, seiring dengan program perintah daerah yang ingin menjadikan Sumenep sebagai kota wisata,” kata Busyro, Jumat (27/12/2019).

Pada Jumat malam, dilakukan ‘soft opening’ Hotel Kaberaz Luxury. Acara tersebut selain dihadiri Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, juga dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, Sekretaris Daerah Sumenep, Edy Rasiyadi, serta jajaran Forkopimda Sumenep.

Kaberaz adalah hotel kedua yang dibangun PT Persada Investama Karya Utama di Sumenep setelah de Baghraf Hotel, yang merupakan hotel bintang tiga. Kaberaz sebagaimana de Baghraf Hotel, juga dikelola oleh Amithya Group.

“Kami sering kali gagal menggelar acara skala nasional, di antaranya akibat kekurangan hotel. Kemunculan hotel baru seperti Kaberaz ini dapat memberikan jawaban sekaligus solusi atas kekurangan hotel tersebut, utamanya hotel berbintang,” ujar Busyro.

Menurutnya, keberadaan hotel berbintang di Sumenep bukan lagi sekedar gaya hidup, melainkan sudah masuk dalam daftar kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Hotel berbintang itu kebutuhan riil. Selama ini rapat-rapat tentang migas tidak bisa digelar di Sumenep karena tidak ada hotel berbintang. Sekarang Sumenep sudah punya hotel bintang tiga yakni de Baghraf, dan hotel bintang satu yakni Kaberaz Luxury,” paparnya.

Menurut Busyro, Kabupaten Sumenep akan terus mengembangkan destinasi wisata dan menggelar even-even wisata. Karena itu, perlu tersedianya hotel representatif dalam jumlah cukup banyak.

“Karena itu, Pemerintah daerah memang butuh dukungan swasta. Tidak mungkin kami yang membangun hotel. Jadi kami ucapkan terima kasih untuk Amithya Grup yang bersedia berinvestasi berupa hotel berbintang di Sumenep,” ucapnya. (tem/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar