Gaya Hidup

Bupati Lumajang Ingin Mesin Teh Gucialit Jadi Museum Edukasi

Lumajang (beritajatim.com) – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq punya ide untuk mesin-mesin produksi pembuatan teh peninggalan kolonilal dijadikan museum untuk wisata edukasi. Ide muncul pasca kebakaran Pabrik Teh PTPN XII Kertowono yang beberapa waktu lalu.

“Saya berkeinginan mesin-mesin dijadikan museum produksi di Kebun Teh Kertowono,” kata Cak Thoriq sapaan akrab orang nomer satu di Lumajang, Kamis (23/1/2020).

Masih kata dia, dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak pengelola pabrik teh. Pasalnya, management pabrik teh kertowono sedang melakukan upaya pembangunan pabrik baru dan tentu akan menggunakan mesin-mesin yang modern dan lebih simpel.

“Untuk mesin-mesin peninggalan produksi pabrik yang sudah digunakan sejak tahun 1918, nilai historinya luar biasa,” paparnya.

Saat berkunjung ke kebun teh, Cak sempat melihat beberapa mesin produksi yang digunakan sejak berdirinya pabrik teh kertowono. Beberapa diantaranya mesin pengolahan teh ortodok, mesin heater dari inggris yang masih digunakan hingga sebelum peristiwa kebakaran terjadi.

“Tadi ada mesin diesel yang digunakan untuk pembangkit listrik sebelum ada listrik pada masa itu,” terang bapak 3 anak itu.

Bupati berharap rencana tersebut terealisasi dan pemkab Lumajang siap memberikan dukungan. Sehingga, peralatan pabrik yang tidak bisa digunakan setelah peristiwa kebakaran itu masih bisa dimanfaatkan sebagai wisata edukasi. [har/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar