Gaya Hidup

Bupati Ipong: Didi Kempot Sosok Musisi Bersahaja

Bupati Ipong dan istri Sri Wahyuni berfoto dengan Didi Kempot usai konser ambyar di alon-alon Ponorogo tahun lalu. [Foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – The Godfather of Broken heart Didi Kempot sudah meninggal, Selasa (5/5/2020). Kepergiannya yang serba mendadak, membuat orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya merasa kehilangan yang sangat dalam, tak terkecuali Bupati Ipong Muchlissoni.

Belum kering dari ingatan Ipong, bersua Didi Kempot dalam satu panggung dalam konser ambyar pada Desember tahun lalu di alun-alun Ponorogo. Saat itu konser pecah, ribuan orang tumplek blek melihat secara langsung Didi Kempot, sang maestro campursari.

“Saat konser ambyar di alon-alon itu, saya berduet dengan Mas Didi Kempot sebanyak tiga lagu. Yakni lagu berjudul Sewu Kuto, Pamer Bojo dan Banyu Langit,” kenang Ipong, Rabu (6/5/2020).

Ipong punya kenangan manis dengan Lord Didi, panggilan fans kepada Didi Kempot. Dia ketemu Didi Kempot saat berada di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2008. Saat itu Ipong sedang berkecimpung di dunia perpolitikan di sana, mereka menjalin kerjasama, dengan mengajak mendiang almarhum berkeliling ke wilayah Kaltim. “Saat itu pada kampanye Pilgub Kaltim 2013, saya mengajak Didi Kempot keliling Kaltim,” katanya.

Ipong mengenang Didi Kempot sebagai sosok musisi yang bersahaja dan memiliki jiwa penyabar. Dia mencontohkan perilaku sabar Didi Kempot semasa hidupnya. Banyak musisi atau masyarakat yang menggunakan karya-karya beliau untuk kepentingan kesuksesan yang bersangkutan. Namun almarhum tidak mempermasalahkannya.

“Kesabarannya yang perlu diteladani, kerelaannya lagu-lagu ciptaannya dicover orang lain, ini yang membuat saya salut kepada beliau,” katanya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar