Gaya Hidup

Briigaz Coffee, Warung Kopi Milenial di Desa Pangean

Lamongan (beritajatim.com) – Selama ini warung kopi identik sebagai tempat nongkrong bapak-bapak dan kurang cocok untuk kaum milenial. Tetapi berbeda dari warung kopi kebanyakan, pemuda di Desa Pangean Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan mendekorasi bengkel miliknya. Jadilah warung kopi berdesain milenial dengan nama keren, yaitu ‘Briigaz Coffee’.

Meski keren dan berdesain milenial, masalah harga tak perlu dikhawatirkan. Karena harga sangat merakyat alias terjangkau.

Farid (29) pemilik Briigaz Coffee menuturkan, ketika itu, Indonesia sedang marak kampanye #dirumasaja. Maka untuk mengisi waktu, agar tidak jenuh, dia timbul ide untuk merenovasi bengkel. Dia pun mengajak temannya, Ferdy (20) dan Pai (19.

“Daripada di rumah terus gak ngapa-ngapain, jadi yang semula bengkel diubah warung kopi,” ujar Farid, Rabu (13/8/2020).

Tempat yang sebelumnya kumuh kini disulap menjadi warung kopi dengan konsep terbuka. Selain ngopi, banyak agenda yang dapat dilakukan di sini seperti nobar.

Usaha Farid tidak sia-sia. Sejak awal buka, Briigaz Coffee ramai dikunjungi remaja sekitar. Bahkan, remaja lain desa turut berdatangan.

Secara lokasi, tempat Briigaz Coffee memang mendukung. Desa Pangean sangat strategis karena sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Maduran, sebelah timur berbatasan dengan Desa Gumantuk, sebelah barat berbatasan langsung dengan Desa Srampat, dan sebelah selatan berbatasan langsung dengan Desa Sekaran.

“Usaha ini sekaligus membuka peluang kerja. Agar remaja desa tidak perlu merantau ke kota. Jika mau berpikir kreatif, peluang usaha terbuka lebar di desa,” ujar Farid. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar