Gaya Hidup

Bosan di Rumah? Ini List dan Resensi Drama Korea Romantis yang Menarik Ditonton saat WFH

Surabaya (beritajatim.com) – Mulai bosan dengan berdiam diri di rumah karena pemberlakuan Work From Home (WFH) dari pemerintah? Tenang, banyak hal yang bisa dilakukan kok selama kita WFH, salah satunya maraton nonton film atau drama.

Ada beberapa drama nih yang bisa ditonton. Saatnya mengenal drama Korea atau yang biasa disebut K-Drama. Eiist, jangan stereotip dulu, gak semua drama korea menyuguhkan cerita yang menye-menye. Ada banyak drama yang cukup menarik dan berkualitas layaknya cinema film yang bisa ditonton.

beritajatim.com mengumpulkan beberapa referensi dan resensi K-Drama bergenre romantis yang saat ini sedang tayang atau on-going. Meskipun WFH untuk upaya memutuskan mata rantai Covid-19 tapi tetep bisa menghangatkan hati dan menentramkan jiwa. Apa saja itu? Yuk lihat listnya.

1. When the Weather is Fine.
Menceritakan tentang Hye-Won (Park Min-Young) seorang wanita biasa dengan karakter yang baik. Dia telah memainkan cello sejak dia masih kecil. Hye-Won memulai kehidupan sosialnya dengan kemampuannya memainkan cello, tetapi, selama waktu itu, dia terluka secara emosional oleh orang lain.

Karena itu, Hye-Won tidak percaya pada orang lain dan dia telah menutup hatinya. Hye-Won menjadi muak dan bosan dengan kehidupannya di Seoul dan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Desa Bookhyun.

Di sana, Hye-Won bertemu Eun-Seob (Seo Kang-Joon). Dia menjalankan toko buku “Goodnight Bookstore.” Kehidupan sehari-hari Eun-Seob sederhana. Dia bangun dan minum kopi, membaca buku, dan menulis di blog-nya. Kehidupan sehari-hari Eun-Seob mulai berubah setelah dia bertemu Hye-Won.

Drama ini, menggambarkan upaya setiap tokohnya untuk healing atau mengobati luka hati masing masing karena trauma personal yang terjadi di masa lalu. Alih-alih menggunakan dialog menye-menye untuk menciptakan romantisme, drama ini justru menciptakan ruang semiotika dan narasi yang apik.

Kerap menggunakan potongan prosa dari dongeng, novel bahkan puisi dari sastrawan Korea sebagai fragmen scene dan narasi perepisodenya membuat impresi sastra dan healing menjadi lebih terasa. Selain itu, sinematografi dan tone warna yang dipakai dari drama ini juga sedikit banyak berpatron pada sinematografi film, sehingga mata kita disuguhi move yang flownya lebih halus.

Kisah cinta yang kalem dan supportif dengan segala upaya mengatasi luka diri, akan membawa kita lebih sadar bahwa kebahagiaan dan hal hal baik akan datang jika kita bisa melepaskan dendam dan berdamai dengan masa lalu yang kelam.

2. Find Me in Your Memory
Bercerita tentang kisah cinta antara Lee Jung Hoon (Kim Dong Wook) dan Yeo Ha Jin (Moon Ga Young). Lee Jung Hoon bekerja sebagai pembawa berita di stasiun penyiaran. Dia mengidap Hyperthymesia, suatu kondisi yang memungkinkannya untuk mengingat hampir setiap saat dalam hidupnya.

Sementara itu, Yeo Ha Jin adalah seorang aktris papan atas. Dia mengalami trauma sehingga ia melupakan masa lalunya. Mereka berdua pun dipertemukan dalam satu wawancara televisi, pertemuan itu pun membuat mereka dekat. Ternyata mereka terikat oleh masa lalu yang sama.

Namun, kejadian menakutkan dan teror yang berhubungan dengan masa lalu terus menerus datang. Drama ini jadi recommanded bukan hanya karena menunjukan chemistry dari Do Wook dan Ga Young yang baik dan mendalam, melainkan juga mengajak penontonnya belajar tentang arti dari saling memahami dan melindungi.

Romantis dan positif, kesan itulah yang nampak secara signifikan. Drama romance yang tidak terlalu rumit tetapi cukup mendalam. Cocok dibuat chill sama pasangan sambil minum coklat panas.

3. A Piece Of Your Mind
Drama ini adalah andalan saat kita membutuhkan efek healing dari suatu tampilan visual. Drama yang menceritakan tentang seorang programmer AI dan seorang insinyur rekaman.

Moon Ha Won (Jung Hae In) adalah seorang programmer kecerdasan buatan yang mendirikan perusahaan M&H. Dia sangat serius dengan pekerjaannya meskipun jarang marah dan dikenal sebagai orang yang baik. Sementara itu, Han Seo Woo (Chae Soo Bin) adalah seorang insinyur rekaman klasik yang memiliki kepribadian yang positif dan cerah terlepas dari masalah keluarga dan sosialnya.

Pada dasarnya drama ini mengangkat konsep logika dan pendekatan ilmiah juga bisa dijadikan sarana untuk mengerti apa itu cinta, dimana sebenarnya letak perasaan, bagimana hati kita menjadi tergerak bahkan oleh hal-hal remeh sekalipun.

Dari sisi tempo, saat kamu lihat akan langsung ingat tempo film romance barat seperti One Day (2011), Once (2007) dab bahkan sutradara film Korea yang terkenal di kalangan pencinta sineas, yakni Ho Sang Soo. Memang bukan disutradarai oleh Ho Sang Soo tapi drama ini menyajikan tempo yang deep flow yang memberikan efek tenang, lembut dan pelan.

Selain itu, drama ini mengambil tone atau skema warna analog ke kuningan yang cenderung menciptakan pengalaman menonton yang harmonis dan menenangkan.

Pemilihan flow dan tone yang seperti itu jarang sekali dipakai di K-Drama. Hal itu menyebabkan drama ini underrated. Pasar Korea dan sebagaian penggemar K-Drama mengaku kesulitan memahami jalan cerita dan pilihan sinematografinya membuat mudah ngantuk. Hal itu karena mereka terbiasa disuguhkan tampilan yang segar dan narasi yang mudah diterima.

Namun bagi sineas film justru karena narasi teks yang diangkat dari drama ini berbeda, yakni menyelipkan perhitungan logika dalam memahami hati dan perasaan manusia itulah yang membuat drama ini menarik. Tokoh drama ini pun diceritakan suka memecahkan masalah matematika saat dia merasa sedih.

Dengan segala impresi yang disuguhkan sutradara, drama ini adalah drama yang memiliki visi. Alih alih membuat karya yang biasa saja agar mudah diterima, drama ini justru mengajak kita sedikit lebih cerdas secara emosional bahwa cinta bisa juga bisa datang dari hal hal yang rumit, dan kerumitan tidak selalu berarti gersang, ada keteduhan dan kelembutan disana. Hanya saja itu tergantung kemauan kita menyelaminya lebih dalam. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar