Gaya Hidup

Boonpring Turen Masuk Nominasi Ekowisata Terpopuler API 2020

Malang (beritajatim.com) – Destinasi wisata Boonpring yang terletak di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang masuk nominasi Ekowisata Terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

Wisata Boonpring sendiri merupakan destinasi wisata yang menyajikan konsep wisata berbasis alam. Selain ada embung atau danau, satu hal yang menjadi andalah wisata ini adalah keanekaragaman jenis bambu yang ditanam di tempat itu.

Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Kertoraharjo selaku pengelola wisata ini mengaku, tidak melakukan persiapan khusus dengan masuknya Wisata Boonpring ke dalam nominasi penganugerahan wisata berskala nasional ini.

“Kalau persiapan khusus tidak ada, hanya saja kami tetap berusaha mempertahankan konsep awal bagaimana Wisata Boonpring ini dibangun. Sebab, dari konsep yang seperti inilah hingga akhirnya Wisata Boonpring ini bisa masuk salah satu nominasi API,” ujar Direktur BumDes Kertoraharjo, Syamsul Arifin, Selasa (11/8/2020).

Untuk tanaman bambu dikawasan Boonpring sendiri, kata Syamsul, saat ini setidaknya sudah ada 72 jenis bambu yang telah ditanam dan tumbuh di area tersebut. Dalam upaya pengembangannya, Syamsul melanjutkan, pihaknya juga terus berupaya untuk menggandeng beberapa stakeholder dan lembaga-lembaga studi.

“Memang yang jadi andalan bambu, saat ini sudah ada 72 spesies bambu yang kami tanam. Dan terbaru, kami baru saja mendapat bantuan bibit 42 jenis bambu. Namun untuk menanamnya kami tunggu masa tanam datang, sekitar bulan Desember. Selain itu, kami juga mengirimkan tiga orang yang kami kaderkan untuk bisa menimba ilmu di LIPI Bogor terkait tanaman bambu,” imbuh Syamsul.

Meski begitu, dia berharap bahwa pihak stakeholder yang ada tetap memberikan supportnya agar wisata Boonpring bisa semakin berkembang. Tentunya dalam hal ini, pihaknya juga berharap mendapat dukungan dari Pemkab Malang.

“Kalau ada istilahnya itu ‘Jer Basuki Mawa Bea’, jadi memang perlu biaya. Namun memang kalau untuk penyertaan modal dari Pemkab Malang dalam jumlah yang besar, saya rasa juga sedikit susah. Mungkin bantuan seperti infrastruktur jalan atau mungkin pavingisasi di tempat parkir itu yang bisa lebih tepat sasaran,” Syamsul mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar