Gaya Hidup

Bonsai Asal Kabupaten Malang Ditawar Rp 200 Juta

Malang (beritajatim.com) – Pameran Bonsai Regional Kabupaten Malang 2020 di Rest Area Bululawang, diharapkan membawa secercah harapan bagi petani di tempat ini.

Panitia pameran dan lomba Bonsai bertajuk Kabupaten Malang Berseri yang digagas Paguyuban Bonsai Bululawang (PBB) mengaku, dari geliat pameran, diharapkan petani Bonsai di bisa kembali menggeliat ditengah Pandemi Covid-19 saat ini.

“Malang Raya adalah gudangnya budidaya dan petani Bonsai terbesar di Jawa Timur. Kami berharap dengan pameran regional ini, bisa membangkitkan kembali tanaman Bonsai baik tingkat lokal, nasional hingga internasional,” terang Panitia Pameran Bonsai, Puguh Beni Wahyudi, Senin (28/9/2020) sore di lokasi pameran.

Kata Puguh, pameran bonsai terbesar baru pertama kali ini dihelat di Malang Raya. Tidak hanya dari Malang Raya, pameran bonsai diikuti hingga pecinta tanaman Bonsai dari Kalimantan, Sumatera dan Bali. Terdapat 270 pohon Bonsai yang ikut pameran dan berakhir hari ini.

“Ada dari Malang Raya, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera, Bali. Itu yang datang bonsainya saja, dikirim lewat paket, orangnya tidak ikut,” tegasnya.

Menurut Puguh, pada pameran itu juga ada penilaian. Peringkat 10 besar best stand bakal mendapat trofi penghargaan dan sertifikat. Juara 1 Bonsai Regional dimenangkan oleh Pak Nanang, warga Dampit, Kabupaten Malang.

“Untuk Juara 2 Bonsai terbaik milik Pak Agus Zainul. Jenis tanamannya Kimeng dengan ukuran Large. Tadi sempat ditawar orang dari Surabaya seharga Rp 200 juta. Tapi tidak diberikan,” terang Puguh.

Untuk Juara 1, beber Puguh, kategori yang di dapat adalah masuk 10 besar atau The Best Ten dengan warna bendera kuning. Lalu Best In Show dengan warna bendera oranye. Serta menperoleh bendera merah dengan kategori Regional Baik Sekali.

“Yang dinilai meliputi bentuk, umur, keserasian dengan pot. Lebih tua, bonsai itu lebih bagus. Ini bukan berdasarkan ukuran. Pohon apa saja bebas. Cuma satu kelas, regional,” paparnya.

Perbedaan untuk juara 1 dan juara 2, ada pada kondisi fisik Bonsai. “Kalau juara 2 dari tampilan fisik murnya kelihatan lebih muda. Berbeda dengan yang juara 1,” katanya.

Puguh pun menyebutkan, pada umumnya ada empat kelas pameran bonsai. Yakni kelas Prospek, regional, madya dan utama.

“Kelas prospek maksudnya Bonsai masih dalam kategori bahan saja. Kalau kelas Regional, Bonsai sudah setengah jadi. Madya itu yang baik sekali bisa dapat sertifikat untuk ikut utama,” puguh Mengakhiri. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar