Gaya Hidup

Bongko Kopyor Kuliner Khas Gresik yang Diburu di Bulan Ramadan

Seorang penjual makanan khas Gresik bongko kopyor saat menjajakan dagangannya di Perum Gresik Kota Baru (GKB)

Gresik (beritajatim.com) – Kuliner khas asal Gresik, bongko kopyor kudapan berbuka puas yang banyak diburu di Bulan Ramadan. Tiap sore di pinggir jalan. Makanan tradisional yang dibungkus daun pisang ini sangat nikmat saat dihidangkan bersama keluarga.

Makanan bongko kopyor ini berasal dari pesisir Utara Gresik. Namun, di bulan Ramadan kuliner tradisional ini banyak ditemukan di wilayah Gresik Kota Baru (GKB), Alun-alun Sidayu, Bunderan Dukun, dan titik pusat keramaian di kecamatan.

Salah satu penjual bongko kopyor Mengare, Kecamatan Manyar, Gresik, Saiful menuturkan, isi makanan ini terdiri dari bubur sagu, bubur mutiara, kelapa muda, roti tawar, kolang-kaling, pisang raja dan dicampurkan santan kental. Harganya pun terjangkau hanya Rp 10 ribu perbungkus. “Alhamdulillah dalam sehari puluhan bungkus terjual habis,” tuturnya, Minggu (18/04/2021).

Saiful menjelaskan dirinya menjual bongko kopyor hanya di Bulan Ramadan. Hal ini karena makanan tersebut hanya di produksi di bulan itu. Dirinya mengambil dari pembuat lalu dijual kembali. “Sebenarnya banyak warga yang memproduksi bongko kopyor tapi saya ambilnya di langganan yang sudah puluhan tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pembeli bongko kopyor Nanik Wahyuni (38) asal warga asal Perum Griya Kembangan Asri (GKA) Gresik mengatakan, dirinya menyukai makanan khas ini selain harganya terjangkau rasanya yang manis sangat tepat disantap saat berbuka puasa. “Rasanya manis dan segar, apalagi kalau dicampur sama sedikit es batu,” paparnya.

Hadirnya menu tradisional ini, ibarat pepatah ‘tak lekang oleh waktu’ ditengah serbuan makanan cepat saji atau junk food. Kendati terus berganti tahun. Makanan bongko kopyor terbukti masih ada pelanggannya dan tidak tersisih oleh makanan cepat saji. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar