Gaya Hidup

Bojonegoro Akan Jadi Lokasi Shooting Film Internasional

Bojonegoro (beritajatim.com) – Proses pre Produksi Film Internasional berjudul autobiography kerja sama produksi antara cinemas Indonesia dengan cinemas Polandia, Perancis, Jerman dan Singapura kembali bergeliat setelah sempat terkendala selama pandemi Covid-19.

Setting produksi film ini seratus persen pengambilan gambar akan dilakukan di Bojonegoro yang sebagian besar settingnya di Kecamatan Gondang.

Survey lokasi untuk pengambilan gambar film internasional ini memasuki survey keempat atau survey terakhir pada Oktober 2020. Survey kali ini cukup istimewa karena diikuti langsung pelaku cinema dari Polandia Wojciech Staron yang kali ini menjadi director of photography.

Dalam survey lokasi keempat ini sutradara Makbul Mubarak turun langsung ke Kecamatan Gondang diantaranya di lokasi hutan RPH Sukun dan di rumah penduduk. Dalam survey ini sang sutradara dan direktor of photohraphy nampak serius berdiskusi soal lokasi dengan komunikasi bahasa inggris.

“Ini survey yang ke empat setelah awal tahun 2019 melakukan survey yang pertama,” ungkap sutradara Makbul Mubarak, Minggu (8/11/2020).

Produksi film internasional ini akan tetap ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan selama pre produksi dan saat shooting nanti. Semua crew film menerapkan protokol kesehatan meski kebutuhan shooting nanti cukup banyak melibatkan banyak orang dan akan dilakukan swab bagi crew.

“Ini survey terakhir setelah ini akan langsung shooting di kecamatan Baureno, Dander, Sekar, Temayang dan Gondang. Shoting akan memakan waktu kurang lebih tujuh minggu di Bojonegoro,” kata sutradara Makbul Mubarak.

Sementara, Ketua Ekraf Kabupaten Bojonegoro Hans Wijaya mengungkap, proses panjang sebelum Bojonegoro dilirik menjadi lokasi pengambilan gambar, telah sering dilakukan promosi diajang film bergengsi seperti Akatara. Dari forum itu, dari satu-satunya dari perwakilan pemerintah daerah, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah yang hadir.

“Makanya banyak yang tertarik datang kesini, kalau harapan sudah jelas film ini salah satu ibu dari industri kreatif, karna proses pembuatannya melibatkan banyak sub sektor industri kreatif, selain itu kita dapat bonus promosi daerah secara gratis,” ungkapnya. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar