Gaya Hidup

Terapkan Prokes dan Promo

Bisnis Wedding Organizer di Surabaya Mulai Menggeliat

Surabaya (beritajatim.com) – Meski sempat terpukul pandemi Covid-19 selama satu tahun terakhir, namun Wedding Organizer (WO) tetap optimistis dengan kebijakan pemerintah menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, serta menjaga jarak).

Makin banyaknya pameran WO juga mampu mendongkrak respons masyarakat yang sudah setahun menunda pernikahan.

Fitratillah Hilhanif, owner Arista Wedding Project yang tergabung dalam Khasanah Surabaya Wedding Packagenya menjelaskan, penanganan Covid-19 di Indonesia semakin membaik. Masyarakat pun kini semakin berani menggelar pernikahan. Tentu saja, dengan prenerapan protokol kesehatan ketat. Pengusaha jasa WO pun juga dipercaya, baik pemerintah maupun keluarga pengantin.

“Terlebih program atau promo hadiah langsung seperti Samsung S 20, Iphone X dan cincin berlian juga bisa menarik pasangan pengantin. Tak hanya itu, pelaksanaan wedding di hotel berbintang dengan harga dan paket hemat berhadiah juga mendongkrak minat. Apalagi sekarang semakin banyak pameran. Ini sangat membantu,” jelasnya kepada beritajatim.com, Minggu (13/6/2021).

Pipit, sapaan akrab Fitratilah, juga mengatakan bahwa usahanya mulai menggeliat. Apalagi dengan WO miliknya yang tegabung dalam Khasanah Surabaya ini juga bekerjasama dengan Cakra Photograpy, Marsya Syakira, Laksmi, Peonie Decoration, Apokayan Band dan Hotel Ibis. Sehingga, peluang untuk mendapatkan job pernikahan pun semakin besar.

“Optimistis dan bangun relasi. Mengikuti pameran juga peluangnya banyak. Bahkan sekali mendayung bisa dapat beberapa progres dan biasanya bisa deal dengan jumlah yang memuaskan,” kata mahasiswi S-2 ini merinci.

Tak hanya itu, Pipit dalam pelaksanaan pameran hari terakhir di TP 3 juga menegaskan bahwa profesionalitas dalam pelaksanaan WO juga menjadi jembatan. Karena kepuasan konsumen memakai jasa, secara otomatis akan ada banyak rekomendasi secara getok tular.

Maka, menjaga profesionalistas pelayanan jasa juga menjadi kunci pokok. “Banyak faktor termasuk optimistis, attitude dan menfaatkan peluang. Peluang dalam pameran sangat menjanjijkan. Maka saat pameran saya bersama rekan kerja lain juga yakin pasti dapat konsumen,” tegasnya. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar