Gaya Hidup

Bisnis Pernikahan Tak Patah Hati Lagi di Tengah Pandemi Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Bisnis usaha pernikahan (Wedding) bisa jadi merupakan salah satu usaha yang babak belur akibat adanya pandemi Covid-19. Hal ini karena pesta pernikahan yang biasanya digelar di akhir minggu tidak bisa diselenggarakan karena dilarang ada kerumunan masyarakat.

Setelah berjalan selama 11 bulan masih ditengah pandemi. Kini, pelaku usaha bisnis pernikahan mulai tak patah hati lagi. Pasalnya, menjelang akhir tahun 2020 masih ada job meski tak semeriah sebelum ada pandemi Covid-19.

Menurut Widya Asri selaku Tim Kreatif Asri Hijab yang bergerak dibidang wedding menuturkan, usahanya masih tetap berjalan dan masih ada permintaan meski tidak setinggi tahun lalu. “Satu bulan jelang akhir tahun permintaan di tempat kami masih kendati cuma puluhan. Padahal, tahun lalu permintaan bisnis pernikahan sangat tinggi,” ujarnya, Kamis (3/12/2020).

Diakui Widya, kondisi sekarang sangat berbeda. Sebab, pelaku usaha pernikahan ada tambahannya. Yakni, wajib mengkedepankan protokol kesehatan (Prokes). “Agar tetap berjalan kami juga mengikuti aturan pemerintah yakni wajib menegakkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain mengkedepankan prokes kata Widya, agar bisnis pernikahan tak mati pihaknya juga melakukan gebrakan serta memperbaiki kualitas gaun pengantin. “Sekarang ini trend fashion pengantin gaun jawa modern masih digemari. Utamanya, ada tambahan bludru,” ungkapnya.

Saat ditanya berapa sekali transaksi dalam satu paket pernikahan. Dijelaskan Widya, transaksinya cukup lumayan bisa mencapai puluhan juta meski pandemi belum berakhir.
“Tim kami mengikuti serta menyesuaikan budget konsumen. Hal ini karena kondisinya belum normal,” pungkasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar