Gaya Hidup

Bingung Hidangan Buka Puasa, Sate Lele Solusinya

Ponorogo (beritajatim.com) – Keisengan pasangan suami istri Henri Wiratsongko dan Dewi Ristanti untuk membuat makanan olahan dari bahan ikan lele terbukti membawa berkah. Kini olahan sate lele buatan mereka disukai masyarakat, tak ayal pesanan pun berdatangan.

Ide membuat makanan olahan sate lele berawal dari banyaknya stok lele di rumahnya, jalan Tangkuban Prahu Kelurahan Nologaten Ponorogo. Henri sapaannya mau bikin makanan yang belum ada di pasaran khusunya di Ponorogo.

“Ya ketemulah ide membuat sate lele, yang di Ponorogo kayaknya belum ada yang membuat,” kata Henri Wiratsongko, Minggu (26/4/2020).

Untuk membuat sate lele, dipilih jenis ikan lele jumbo, sebab lele tersebut dagingnya tebal. Sehingga mudah untuk dipotong-potong. Daging lele yang sudah ditusukkan lalu dibakar. Tidak lupa diberi bumbu, bumbunya pun seperti membuat sate-sate pada umumnya. Seperti dengan sambal kacang dan diberi kecap.

“Bumbu-bumbunya ya seperti untuk membuat sate kambing itu, yang membedakan ini dagingnya dari ikan lele,” katanya.

Henri dan istrinya ini baru mulai membuka usaha sate lele ini, sementara ini bagi yang pesan langsung ke rumahnya. Penasarannya pun dilakukan lewat media sosial. Harganya pun cukup terjangkau, 10 tusuk sate lele dihargai Rp 15 ribu. Untuk Paket hemat, Henri mematok harga Rp 13 ribu sudah dapat nasi, 5 tusuk sate lele dan segelas es teh.

“Penasarannya masih lewat media sosial, kadang-kadang juga ada yang langsung ke rumah. Saat bulan Ramadan ini sangat recommended untuk hidangan buka puasa,” pungkasnya. (End/ted)

Area lampiran





Apa Reaksi Anda?

Komentar