Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Bertandang ke Omah Bu Ageng Milik Butet Kertaradjasa

 

 

Surabaya (beritajatim.com) – Datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta bukan hanya untuk mencicipi kuliner khasnya, yakni gudeg khas yang berada di kawasan Wijilan. Satu tempat makan dengan menu masakan rumahan berhasil menghipnotis para wisatawan jika bertandang ke Yogjakara.

Berada di kawasan Tirtodipuran, Mantrijeron, para pemburu kuliner masakan rumahan bisa mencicipi kudapan Omah Bu Ageng milik seniman Butet Kertaradjasa.

Di tempat yang berdiri sejak tahun 2011 ini, begitu masuk ke area rumah makan kita sudah disambut bangunan joglo berwarna putih dengan gapura ala Jawa. Kita disambut karyawan yamg begitu ramah dengan senyuman khasnya.

 

Menu otentik pun disuguhkan. Mulai dari nasi campur lele njingkrung, nasi campur baceman kambing, nasi campur terik daging, sayur lodeh, hingga pisang bakar kayu manis dan dadar jagung yang menjadi salah satu menuĀ  paling diburu pecinta kuliner.

Salah satu pengunjung, Ratna Dwi yang datang bersama keluarganya dari Surabaya, datang atas referensi keluarganya. Dia penasaran ingin mencoba. Lalu memilih menu lele njingkrung.

“Ini pertama kali kesini, sebelumnya dikasih referensi kakak saya karena sering kesini dan katanya nasi campur lidahnya dan lele njingkrungnya enak. Apalagi dipadu sama sambal mentah,” ungkap gadis berusia 20 tahun ini.

Menu nasi campur lele njingkrung ternyata memang sedap. Di dalam nasi campur itu berisikan tuna pedas, terong balado, mustofa atau kering kentang pedas dan tentunya lele njingkrung atau lele asap yang sudah digoreng lalu dipadu dengan sambal mentah.

“Sambal mentahnya nampol dan yang beda. Mungkin di lelenya kalau di Surabaya kecenderungan lelenya digoreng kalau disini lelenya diasap dan bentuknya tidak memanjang tapi dilipat dua bagian. Dan rasanya gurih asin cocok kalau dipadu dengan kentang pedas manis, sambel terong,” ungkap mahasiswa Universitas Airlangga ini, Sabtu (14/5/2022).

Soal harga boleh diadu dengan warung makan lainnya. Mulai dari 10 ribuan hingga 80 ribuan rupiah, anda bisa menikmati menu omahan milik pak Butet. Selain perut kenyang dengan kuliner khas omahan, di tempat ini bisa menikmati suasana joglo yang asri dan pajangan-pajangan foto tokoh-tokoh dan pahlawan yang berjasa di Indonesia lewar sketsa foto koleksi Butet Kertaradjasa. [way/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar