Gaya Hidup

Bersatu Lewat Pisau

Anggota Juleha Jombang Azhar Nurdin menunjukkan koleksi pisau miliknya, Minggu (21/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Azhar Nurdin (33) duduk di depan teras rumahnya di Dusun/Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Minggu (21/2/2021). Di depannya ada lincak kayu yang panjangnya sekitar 1,5 meter. Di atas lincak tersebut berjajar pisau berbagai model. Semuanya tertutup sarung.

Azhar mengambil sebilah pisau, lalu mengeluarkan dari sarungnya. Pisau itu putih berkilat-kilat. Sejurus kemudian, tangan kirinya mengambil selembar kertas warna putih. Pisau di tangan kanan, kertas di tangan kiri.

Mata pisau itu kemudian bergerak lambat-lambat menerabas lembaran kertas. Berulang-ulang. Dari ujung satu sampai ujung lainnya. Tentu saja, selembar kertas itu terpotong kecil-kecil. Azhar kemudian berganti pisau lainnya. Lagi-lagi, menariknya dari sarung, menerabas kertas hingga terpotong kecil-kecil. “Ini sangat tajam. Bahannya bagus,” kata pria yang akrab disapa Bang Az ini.

Bang Az juga memamerkan berbagai model pisau keleksinya itu. Ada yang berbentuk mandau, senjata tajam khas Kalimantan, kemudian sepasang katana, pedang panjang khas Jepang, ada pula pisau yang berbentuk kecil. Totalnya ada sekitar 20 buah.

Pisau berbagai ukuran tersebut dibuatkan rak khusus yang menempel di dinding rumahnya. Pisau-pisau itulah yang digunakan oleh Azhar ketika melakukan penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha. Azhar adalah salah satu juru sembelih dalam hari raya itu.

Agar pisau-pisau tersebut tahan lama, Azhar punya resep tersendiri untuk merawatnya. Semisal, ketika bilah pisau mengering, maka diolesi minyak pelumas. Kemudian ketika ketajaman pisau tersebut berkurang, maka Azhar mengasahnya menggunakan gerinda.

“Secara berkala, pisau-pisau tersebut saya olesi menggunakan minyak pelumas mesin jahit. Selain itu, ketika ketajamannya berkurang, kita asah. Dengan begitu, pisau-pisau ini lebih awet,” kata Bang Az yang mengenakan peci warna hitam ini.

Warga Desa Sumbermulyo ini cukup lama sebagai pecinta pisau. Walhasil, hobi itu tidak berjalan sendiri. Namun ada sejumlah rekannya yang memiliki hobi serupa. Mereka kemudian membentuk wadah. “Dulunya kita bertemu di forum pisau Indonesia atau Indonesian Blades,” kata Bang Az.

Sebagian besar pecinta pisau ini kemudian membentuk Juleha (Juru Sembelih Halal) Jombang. Juleha inilah yang memberikan edukasi secara rutin tentang pisau dan teknik penyembelihan secara benar. Sosialisasi itu semakin gencar dilakukan ketika menjelang Idul Adha.

Melumpuhkan Dulu, Lalu..

Sekretaris Juleha Jombang Nurkolis RB (berdiri) saat menyampaikan materi, Minggu (21/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]
Bang Az masih asyik mengulak-alik deretan pisau di atas lincak, sementara di dalam rumahnya sekitar 20 orang duduk lesehan. Deretan paling depan ada dua orang. Satu menyampaikan materi, satu lagi mengoperasikan komputer. Layar monitor menyala menghadap para hadirin. Dari layar monitor itulah ringkasan materi tersebut muncul.

Bukan itu saja. Sebuah backdrop warna hitam juga menempel di tembok ruang tamu. Tulisannya ‘Sinau Bareng Juru Sembelih Halal Jombang‘. Di bawahnya lagi ada gambar dan tulisan; Teknik Handling, Teknik Sembelih, Teknik Asah.

Adalah Sekretaris Juleha Jombang Nurkholis RB yang menyampaikan materi siang itu. Kholis mengupas secara panjang lebar ketiga materi tersebut. Para peserta mendengarkan paparan materi dengan seksama. Tidak jarang mereka bertanya ketika ada yang belum paham. Lagi-lagi, Kholis menjelaskan secara gamblang.

“Jadi menyembelih hewan itu tidak boleh asal-asalan. Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi. Tidak boleh diongok-ongok berulang kali. Ada urat yang harus terpotong di bagian leher,” kata Kholis menerangkan.

Pria berambut gondrong ini juga menerangkan teknik melumpuhkan hewan kurban. Untuk memudahkan para peserta, Kholis melakukan simulasi. Boneka hewan berkaki empat sebagai medianya. Dia kemudian melilitkan tali tambang warna putih di boneka tersebut. Kemudian menjelaskan simpul tali yang dipakai. Sekali tarik, hewan tersebut pun roboh.

“Kalau sudah begini, tinggal kita melakukan penyembelihan. Namun pisau yang kita gunakan harus tajam. Kita harus melakukan pengasahan secara benar,” kata alumnus Universitas Darul Ulum (Jombang) ini.

Knife Is Tool

Ketua Juleha Jombang Ahmad Khumaidi (kanan) sedang berdiskusi dengan anggotanya, Minggu (21/2/2021)

Sinau bareng yang digelar di Desa Sumbermulyo juga dihadiri Ketua Juleha Jombang Ahmad Khumaidi dan Humas Juleha Muhammad Irvan. Khumaidi mengatakan bahwa pelatihan secara gratis itu dilakukan rutin dan berkeliling. Walhasil, animo peserta cukup bagus. Sekali pelatihan rata-rata 20 orang.

Mereka bukan hanya berasal dari Jombang. Namun juga peserta dari luar kota, semisal dari Trenggalek. “Ini salah satu edukasi yang kita lakukan. Peserta kebanyakan penyembelih hewan di desanya. Namun mereka belum memiliki teknik yang benar. Juleha Jombang juga diminta mengisi sinau bareng di sejumlah kota lain. Di antaranya, Bojonegoro, Kediri, Nganjuk, serta Mojokerto,” kata Khumaidi.

Khumaidi juga mengatakan, anggota Juleha sebagian besar berasal dari komunitas penghobi pisau. Meski pihaknya tidak mewajibkan seluruh anggota memiliki pisau, namun bisa dipastikan mereka semua memilikinya. Karena sebelumnya sudah ada kecintaan terhadap bilah.

Juleha juga menggandeng pandai besi lokal untuk memberikan wawasan baru soal pisau. Tentang bahan dan model. “Sementara ke masyarakat luas, kami mengedukasi dengan cara menggunakan pisau dengan tepat. Karena knife is tool, pisau adalah alat bantu,” uangkapnya.

Edukasi seputar penggunaan pisau terus dilakukan, agar tidak berbenturan dengan Undang-Undang Kedaruratan. Ada beberapa attitude atau etika dalam membawa bilah pisau. Semisal pembawaan pisau atau bilah harus dalam keadaan tertutup sarung pisau dan terbungkus rapat. Serta diletakkan dengan tidak mencolok, seperti ditaruh di dalam tas dengan keadaan tertutup.

“Membawa pisau itu tidak boleh diselipkan di badan. Itu melanggar. Tapi harus diberi sarung dan dimasukkan tas. Nah, seluruh anggota kita bekali dengan wawasan tersebut. Kami juga sudah melakukan kordinasi dengan aparat kepolisian,” urainya. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar