Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Bernah De Valley, Wisata Alam di Mojokerto Ini Mulai Pulih

Kolam renang Bernah De Valley di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tren penurunan kasus Covid-19 di Indonesia memberikan angin segar bagi semua sektor, tak terkecuali pariwisata. Seperti Bernah De Valley yang berada di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini.

Lokasinya di Jalan Raya Tirtawening, tepat di depan Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah. Akses jalan untuk menuju ke sini cukup mudah, namun untuk mobil harus berjalan agak perlahan. Wisata ini, baru dibuka pada tanggal 28 Desember 2020 lalu oleh Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra.

Wisata yang menawarkan panorama alam di hutan pinus lereng Gunung Welirang ini, kini mulai pulih. Wisata dengan pengelolaan secara swadaya oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) ini, berdiri di atas lahan seluas 19,7 hektare berada di ketinggian 500 Mdpl.

Lokasinya masih termasuk kawasan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan. Di wisata ini memiliki konsep ekowisata dan eduwisata untuk anak-anak. Di Bernah De Valley tersedia beberapa wahana, seperti kolam renang, area berkemah, dan area wisata edukasi taman kelinci.

Selain itu, juga terdapat penyewaan wahana permainan ATV dan motor trail untuk anak-anak. Tiket masuk sebesar Rp7 ribu per orang, sementara kolam renang sebesar Rp10 ribu per orang. Jumlah pengunjung di wisata paling cocok untuk melepas penat dari rutinitas ini, mulai meningkat

Direktur Bernah De Valley, Mukhtar Efendi mengatakan, jumlah pengunjung saat pandemi Covid-19 cukup mengkhawatirkan. “Hampir nggak ada, meskipun gratis. Tapi alhamdulillah, semenjak Pak Jokowi sudah melonggarkan kegiatan masyarakat, jumlah pengunjung mulai ramai,” ungkapnya, Minggu (29/5/2022).

Di hari Sabtu, masih kata Kepala Desa (Kades) Kembangbelor ini, jumlah pengunjung sekitar 300 orang. Sementara di hari Minggu, bisa sampai 1.300 orang pengunjung. Wahana yang menjadi andalan di Bernah De Valley adalah kolam renang. Bangunan kolam dengan penataan ala pemandian di Jepang.

“Di sini masih satu tahun untuk proses, yang ada di dalam ini adalah kolam renang, camping ground, play fox, play ground dan taman tembak. Tahun ini, insya Allah akan digarap pacuan kuda dan golf mini. Pengelolaannya, kita sharing antara Perhutani dan masyarakat Kembang Belor,” jelasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar