Gaya Hidup

Berkunjung ke Wana Wisata Air Panas Padusan Pacet, Pengunjung Jalani Rapid Test

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengunjung Wana Wisata Air Panas Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto harus menjalani rapid test on the spot yang digelar Pemkab Mojokerto. Pjs Bupati Mojokerto bersama Kapolres Mojokerto memantau langsung proses rapid test di salah satu wisata di Kabupaten Mojokerto tersebut.

Sebelum masuk ke salah satu wisata tangguh di Kabupaten Mojokerto tersebut, pengunjung di cek suhu tubuh saat di loket masuk. Setelah dipastikan tidak mengalami demam, pengunjung langsung masuk ke bilik disinfektan. Sementara petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menunggu di posko.

Pengunjung diminta untuk mengikuti rapid test dengan sebelumnya menyebutkan nama dan alamat. Setelah diambil sambel darah dengan alat rapid test, pengunjung diminta menunggu hasil. Jika hasil rapid test negatif maka pengunjung diperbolehkan masuk Wana Wisata Air Panas Padusan.

Namun jika hasil rapid test diketahui reaktif, maka akan dikomunikasikan dengan yang bersangkutan. Jika yang bersangkutan bersedia menjalani isolasi mandiri maka diperbolehkan pulang, namun jika yang bersangkutan mau menjalani isolasi di UPT Puskesmas Gondang, maka sudah ada ambulance yang akan membawa yang bersangkutan.

“Kami ke lapangan untuk memastikan bahwa setiap orang yang masuk wilayah Kabupaten Mojokerto khususnya ke obyek wisata, mereka dalam kondisi sehat. Untuk itu, maka kita lakukan rapid test yang dilakukan secara acak. Tidak semua pengunjung,” ungkap Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo, Sabtu (31/10/2020).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menjelaskan, rapid test tersebut diharapkan sebagai upaya deteksi dini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk melihat wisatawan yang datang ke Kabupaten Mojokerto dalam kondisi sehat. Hal tersebut menjadi 3T (testing, tracing dan treatment) yang sudah diupayakan.

“Supaya kita tetap menjaga bahwa temen-temen yang masuk, mereka yang hadir di sini bukan orang-orang yang apakah mereka itu terjangkit atau OTG. Kami berharap bahwa liburan ini mereka nyaman tapi kita juga nyaman. Kami senang mereka datang karena mereka pasti membayar retribusi, membelanjakan uang,” katanya.

Saat ini, Kabupaten Mojokerto dalam zona orange (resiko sedang) bisa menjadi kuning. Pjs Bupati berharap dengan bantuan media untuk mempublikasi maka wisatawan yang datang ke Kabupaten Mojokerto dalam kondisi sehat. Pihaknya berharap cita-cita bersama untuk mencegah Covid-19 di Kabupaten Mojokerto bisa turun.

“Kami sediakan 5.000 rapid test yang disediakan di empat tempat saat libur panjang kali ini. Hal tersebut dilakukan untuk deteksi dini agar sama-sama dipahami yang datang di tempat ini, sekali lagi kami juga minta maaf yang datang ke Kabupaten Mojokerto. Ini merupakan protokol kesehatan dan kami harus lakukan dalam rangka penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander menambahkan, tujuannya turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan kegiatan libur panjang dalam rangka mengantisipasi tidak menyebarnya Covid-19 di wilayah Kabupaten Mojokerto. “Kegiatan ini sudah kita laksanakan dari hari pertama liburan panjang,” tuturnya.

Masih kata Kapolres, dalam pelaksanaanya ditambah dengan adanya rapid test on the spot. Ini dilakukan untuk meyakinkan warga luar yang datang ke Kabupaten Mojokerto yang ingin menikmati keindahan alam wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto, semuanya dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ditemukan yang kreatif dan untuk kegiatan ini juga kami laksanakan Operasi Yustisi di beberapa titik. Yang mana kita mempunyai titik besar yang sudah kita sudah kita petakan untuk akan adanya penumpukan masyarakat. Kita juga laksanakan Operasi Yustisio untuk peningkatan edukasi mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Kapolres, pihaknya juga menyampaikan kepada para pelaku usaha untuk memenuhi kesehatan di masing-masing tempat usahanya. Yakni dengan menyiapkan masker, menyiapkan tempat pencucian dan juga tetap menyiapkan jaga jarak dalam rangka untuk mematuhi peraturan kesehatan kepada para wisatawan yang akan datang.

“Namun kegiatan pemantauan ini adalah salah satu wujud kita juga peduli kepada masyarakat kita semuanya agar nantinya hari libur panjang ini tidak menjadikan kluster terbaru objek wisata di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar