Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Belum Tercatat Sebagai Anggota BPJS Ketenagakerjaan? Ini 4 Manfaat Penting BPJS untuk Karyawan

Artem Podrez, pexels

Surabaya (beritajatim.com) Layanan dari pemerintah untuk para pekerja adalah BPJS Ketenagakerjaan sebagai perlindungan sosial ekonomi kepada para pekerja. Maka dari itu, para pengusaha diwajibkan memberikan pelayanan BPJS untuk karyawan. Selain itu, manfaat ini dapat diterima saat bekerja ataupun purna.

Faktanya, BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan memiliki empat program:

 

Jaminan Kecelakaan Kerja
Fasilitas ini memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju ke tempat kerja atau sebaliknya. Bukan hanya itu, tapi saat perjalanan dinas. Selain itu, jaminan kesehatan berlaku pada penyakit yang disebabkan oleh lingkungan tempat bekerja.

Keuntungan dari manfaat ini tak terbatas biaya sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan medis hingga sembuh. Tambahan fasilitas lain, pekerja memperoleh santunan upah selama tidak bekerja. Upah yang diberikan adalah upah utuh selama 12 bulan pertama hingga 50 persen sampai sembuh. Jaminan kecelakaan kerja memberikan santunan kematian bagi keluarga peserta.

Jaminan Kematian

Jaminan kematian dapat diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Selain itu, besar manfaat yang diberikan berkala 24 bulan yaitu sebesar Rp12 juta. Bukan hanya, jaminan kematian menanggung biaya pemakaman sebesar Rp10 juta.
Untuk kebutuhan anak, BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan memberikan beasiswa pendidikan untuk dua orang anak dari peserta yang meninggal dunia.

Jaminan Hari Tua
Tabungan untuk hari tua pada BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk kesejahteraan di masa depan. Biasanya. Jaminan Hari Tua berupa uang tunai dengan nilai akumulasi iuran dengan hasil pengembangan di atas bunga deposito. Selain itu, Jaminan hari tua diberikan ketika berusia 56 tahun, meninggal dunia, atau cacat total tetap.

Jaminan Pensiun
Tujuan dari jaminan pensiun adalah mempertahankan derajat kehidupan yang layak dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiunnya. Biasanya, jaminan pensiun berupa uang tunai dan manfaat pensiun janda atau duda.

Jaminan pensiun dapat diberikan untuk pensiun cacat, pensiun anak, diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta sampai dengan usia anak mencapai 23 tahun. Sedangkan untuk peserta lajang yang belum berkeluarga, maka dapat diberikan kepada orang tua yang menjadi ahli waris peserta lajang. [prd/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar