Gaya Hidup

Begini Tradisi Gulat Okol Asal Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Gulat okol atau gulat tradisional adalah tradisi petani di Gresik untuk mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil panen. Uniknya, gulat okol tersebut adalah tradisi warisan nenek moyang yang diikuti anak-anak hingga remaja bahkan rumah tangga.

Atraksi ibu rumah tangga diajang pentas gulat okol, menjadi primadona perayaan sedekah bumi yang dilaksanakan warga Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik. Peserta gulat okol di pentas tersebut, bukan kelompok terlatih, melainkan seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus rumah tangga. Di atas panggung, mereka saling banting di atas matras serta mengabaikan rasa sakit. Peserta gulat itu, layaknya atlet gulat sehingga mengundang sorak-sorai para penonton.

Laga gulat okol, diiringi musik gamelan dan dipimpin dua orang juri, atau pelandak untuk menjaga sportivitas pertandingan. “Kami berpatisipasi di laga gulat okol menjadi kebanggaan karena turut serta melestarikan tradisi warisan nenek moyang,” ujar Anita (35) salah satu peserta gulat okol kepada wartawan, Selasa (01/10/2019).

Sementara itu, Wongso Noto Negoro tokoh masyarakat desa menuturkan, gulat okol merupakan tradisi untuk mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil panen. “Ini sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim menyatakan rencananya tradisi gulat okol ini akan dijadikan ikon wisata di Kabupaten Gresik. “Tradisi warisan nenek moyang ini mengandung filosofis dan karakter warga Gresik yang menjunjung tinggi kebersamaan, dan kekompakan warga,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar