Gaya Hidup

Folk Mojokerto

Begini Teknik Ambil Foto dengan Backgroud Hutan Pinus Nogosari

Mojokerto (beritajatim.com) – Akhir pekan, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Mojokerto ramai pengunjung, tak terkecuali dengan komunitas Folk Mojokerto. Akhir pekan ini, komunitas yang berdiri sejak  9 Desember 2017 ini mengeksplor hutan pinus di Desa Nogosari, Kecamatan Pacet.

Seperti tujuan didirikan komunitas yang menjadi jujukan kaum milineal ini, tak hanya explore tempat wisata, mereka juga mengajarkan anggotanya bisa mengabadikan gambar menarik. Sehingga kali ini yang menjadi tujuan eksplore yakni hutan pinus Nogosari.

Humas Folk Mojokerto, Sholeh Afandi mengatakan, hutan pinus merupakan foreground yang bagus untuk menghasilkan foto dengan model apapupun. “Karena sesuai dengan kebutuhan kita yaitu foto, foto folk atau berhubungan dengan alam,” ungkapnya, Sabtu (9/3/2019).

Sholeh mengaku memang banyak hutan pinus di Kabupaten Mojokerto, namun kenapa hutan pinus Nogosari menjadi tujuan kunjungan folk Mojokerto kali ini. Menurutnya, hutan pinus Nogosari, pohonnya sangat padat sehingga ketika diambil foto terlihat bagus dan menarik.

“Tiket masuk dan parkirnya juga cukup murah, parkir per motor Rp5 ribu dan tiket masuk Rp5 ribu per orang, karena saat ini masih dikelola pihak desa. Pihak desa juga membuat spot-spot menarik untuk pengunjung agar bisa berswafoto, seperti banyaknya tulisan yang ditempelkan di pohon dengan kata-kata yang kekinian dan romantis,” katanya.

Dengan background hutan pinus, anggota Folk Mojokerto diajarkan tentang teknik mengambil foto agar menghasilkan foto yang bagus dan menarik. Seperti mengambil obyek dari jauh atau full shot sehingga gambar  lebih menarik ada interaksi antara manusia dengan alam.

“Kemudian bisa menggunakan teknik low angle, dengan harapan gambar yang dihasilkan sangat prespektif atau terlihat bagus. Dengan destinasi hutan pinus ini, kita bisa eksplore gambar dengan se-kreatif mungkin karena hutan pinus sendiri sudah memili nilai gambar yang menarik dari segi foto landscape,” jelasnya.

Tentu saja, dengan adanya destinasi hutan pinus mampu memunculkan ide-ide menarik untuk membuat atau memotret gambar. Sholeh menambahkan, hasil foto anggota Folk Mojokerto yang dinilai bagus maka akan diupload di Instagram Folk Mojokerto sebagai bentuk penghargaan. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar