Gaya Hidup

Begini Peringatan Hari Raya Karo Suku Tengger di Tengah Pandemi

Lumajang (beritajatim.com) – Perayaan Karo adalah budaya khas suku Tengger di Lumajang. Hal itu dirayakan dengan meriah oleh warga Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Senin (7/9/2020). Berbeda di tahun sebelumnya, perayaan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat dengan memakai masker.

Yadnya Karo tiap tahunnya diadakan pada sasi kapindho atau bulan kedua tahun saka. Berbagai sesajen hasil bumi disiapkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan. Di tengah pandemi, masyarakat Tengger berharap virus ini segera berakhir. Pasalnya, pandemi Covid juga berdampak pada sektor pertanian. Pembeli hasil pertanian pun menurun.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersyukur bisa menyaksikan adat istiadat suku tengger yang hingga kini tetap dilestarikan. “Saya bahagia dan bersyukur karena bisa menyaksikan kegiatan Hari Raya Karo sekaligus adat istiadat masyarakat tengger,” ujarnya.

Bupati berpesan agar budaya dan warisan leluhur tetap dijaga oleh generasi muda suku Tengger di Argosari. Bupati meyakini apabila budaya masyarakat Tengger tetap terjaga, masyarakat luar kota tidak hanya datang menyaksikan keindahan Argosari, tetapi juga menyaksikan kearifan budaya.

“Kalau adat istiadat seperti ini terus kita jaga saya yakin masyarakat luar akan datang ke Argosari. Sehingga perekonomian masyarakat ikut meningkat dan semakin maju,” tuturnya. Dalam acara itu, dukun adat memakaikan udeng dan sarung tanda penghormatan masyarakat adat kepada Bupati Lumajang. [har/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar