Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Bareng GenEmil Nonton Bareng Film KKN di Desa Penari, Emil Dardak: Pakai Bahasa Jawa, Menarik

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengisi weekend dengan menonton film KKN di Desa Penari bersama Generasi Emas Miillenial (GenEmil).

Emil mengaku senang dengan film tersebut, karena menggunakan bahasa Jawa yang menunjukan bahwa Indonesia ini beragam.

“Ngomongnya pake bahasa Jawa, menarik ya. Ini menunjukan indonesia itu beragam. Bukannya tidak mau menggunakan bahasa Indonesia tapi kan bisa mengenalkan lokal konteks,” kata Emil usai nonton bareng film KKN Desa Penari di Studio 3 XXI, Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Sabtu (14/5/2022) malam.

Mantan Bupati Trenggalek ini menilai positif film KKN di Desa Penari. Meskipun film horror tetapi ada pelestarian budaya melalui seni budaya didalamnya.

“Tadi di film ya kita liat ada seni tari, walaupun dalam konteks yang agak horor dan menyeramkan. Tapi sebenarnya saya yakin kita gak akan nganggap tarian itu serem itu kan hanya bagian dari ornamen yang digunakan aja,” katanya.

“Tapi kan kenyataannya, bahwa seninya kan tarian yang eksotis, indah yang menggambarkan seni budaya yang justru kita anggap bagus dan adiluhung. Mudah-mudahan itu membuat kita bangga, punya warisan budaya,” tambahnya.

Selain itu, Emil juga mengapresiasi upaya komunitas GenEmil dalam mendukung industri kreatif dan seni budaya melalui film KKN di Desa Penari yang setting lokasinya berada di Jawa Timur.

“Generasi emas millenial memilih untuk sama-sama nonton film sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif dan juga seni budaya yang ada di Jawa Timur,” ucap Emil.

Sementara itu, Fuji juru bicara GenEmil menyampaikan bahwa acara nonton bareng ini dijadikan sebagai ajang perkenalan GenEmil.

“Komunitas Generasi Emas Milenial atau GenEmil ini adalah wadah berkumpulnya para milenial dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur, kami berkumpul dari berbagai macam latar belakang, ada dari mahasiswa, entrepreneur, pegiat sosial, pegiat budaya, konten kreator, sociopreneur, gig worker, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Kepada wartawan, Fuji juga menjelaskan asal usul nama komunitas GenEmil karena terinspirasi dengan sosok Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Menurutnya, Emil adalah representasi millenial saat ini.

“Jadi, kami terinspirasi dari sosok Mas Emil Dardak, selain berilmu beliau juga memiliki adab yang baik, kepimpinan yang baik, tegas, cerdas dan sopan santun, sehingga menurut kami beliau menjadi salah satu contoh dan inspirasi yang tepat, tidak hanya bagi generasi millenial saja tetapi juga bagi generasi emas indonesia saat ini dan masa depan. Karena beliau ini adalah sosok yang peka dan adaptif terhadap perkembangan dan perubahan zaman,” ulasnya.

Lebih lanjut, Fuji menambahkan bahwa GenEmil memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi dan kolaborasi bagi pembangunan, sosial, budaya, ekonomi maupun politik yang ada di Jawa Timur.

“Kami berkumpul disini karena mempunyai komitmen bersama dalam berkolaborasi untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan, sosial, budaya, ekonomi maupun politik yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.

Fuji juga menyampaikan apresiasi kepada sineas yang terus berupaya untuk terus produktif dan bangkit untuk menghidupkan industri kreatif dan perfilman.

“Tentunya, kami ingin mengapresiasi sineas Indonesia dengan menonton karya KKN di Desa Penari, karena diketahui bersama selama hampir 2 tahun sektor industri kreatif dan perfilman sempat terhenti dikarenakan pandemi, dan saat ini mulai bergeliat kembali. Semoga ini awal yang baik bagi industri kreatif dan perfilman di Indonesia,” katanya.[asg/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar