Gaya Hidup

Baloga Wisata Edukasi, Surganya Kebun Bunga di Kota Batu

Wisatawan melakukan swafoto di salah satu spot Batu Love Garden.

Malang (beritajatim.com) – Hamparan bunga seluas 7 hektare memanjakan mata para wisatawan di Batu Love Garden (Baloga), Kota Batu. Sebanyak 600 jenis tanaman bunga dan buah menjadi koleksi mereka. Wisata ini milik Jatim Park Grup, baru dibuka pada 19 Desember 2020.

Direktur Utama Batu Love Garden, Isa Mei Wahyuni memaparkan, ide pembangunan wisata ini sudah 10 tahun lalu. Namun, mimpi membangun wisata kebun bunga baru bisa dilakukan sejak awal 2020. Sempat terhenti beberapa bulan karena pandemi Covid-19. Akhirnya, Baloga rampung 85 persen dan langsung dibuka untuk menyongsong libur natal dan tahun baru.

“Kita punya 600 jenis tanaman buah dan bunga. Ini yang membedakan dengan tempat lain, koleksi kami lebih banyak. Komposisinya, 70 persen tanaman kita beli dari warga desa Bumiaji, Kota Batu di dekat wisata kami. Kemudian 30 persen dari luar negeri seperti begonia dan petonia itu dari Amerika Serikat,” papar Isa Mei, Minggu, (27/12/2020).

Di Baloga, wisatawan dapat menikmati zona indor dan zona outdor. Di zona indor terdapat aneka tanaman aquponik, hidroponik, tanaman kering seperti kaktus, hingga budidaya angrek. Pada zona outdor terdapat kebun jeruk, kebun bunga matahari, hingga taman topiary, berbentuk kupu, merak, dinosaurus semua tersusun rapi dengan hamparan bunga.

“Kita juga punya kuda poni, terus kereta yang melewati hamparan kebun bunga dan buah. Kita juga punya green house, hingga rumah kupu-kupu, di dalamnya ada beberapa jenis hewan mulai dari lebah, belalang hingga rayap hewan yang berkaitan dengan tanaman. Intinya berwisata sambil rekreasi,” ujar Isa Mei.

Tiket masuk ke Baloga sebesar Rp60 ribu pada hari biasa, dan Rp80 ribu pada akhir pekan. Pengelola menjamin tempat wisata mereka menerapkan protokol kesehatan dengan baik, bahkan membentuk Satgas Covid-19 internal. Berlibur ke Baloga diklaim mampu meningkatkan imunitas tubuh.

“Harapanya mereka bisa datang melihat aneka macam bunga dan menghirup udara segar. Karena itu baik untuk kesehatan dan semoga imun meningkat. Dari sisi edukasi mereka dapat pengetahuan cara budidaya anggrek, merawat tanaman akuaponik, hidroponik dan sebagainya,” kata Isa Mei.

Sementara itu, salah satu wisatawan Amanda Aurellia (21) mengaku pernah berkunjung ke wahana dengan konsep kebun bunga, namun tidak selengkap Baloga. Selain itu, hiburan parade mobil hias menjadi bonus saat berlibur ke Baloga.

“Dari awal itu sudah menarik karena ketemu display bunga yang enak dipandang. Beda dengan yang lain, di sini penataan bagus banget dan cocok untuk anak muda. Saat outdor banyak bunga yang bagus. Ada parade juga, pokoknya seru lah, capeknya hilang,” tandas Amanda. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar