Gaya Hidup

Balai Besar TNBTS Siapkan Protokol Kesehatan Sebelum Buka Wisata

Malang (beritajatim.com) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sedang menyusun protokol kesehatan sebelum membuka obyek wisata di kawasannya. Balai Besar TNBTS juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim dan empat kepala daerah di kawasan TNBTS.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, empat kepala daerah itu masing-masing Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Malang. Setelah berkoordinasi, rekomendasi dari empat kepala daerah dan Pemprov Jatim akan dijadikan acuan sebelum membuka kembali obyek wisata.

“Kita masih menunggu arahan, petunjuk dan langkah untuk pembukaan wisata (new normal) dari Jakarta. Kesepakatan dan atau rekomendasi dari pemerintah daerah (Pemprov dan Pemda 4 Kabupaten) juga sangat penting dan menjadi perhatian kami berkaitan dengan protokol dan komitmen semua pihak,” kata Syarif, Selasa (9/6/2020).

BB TNBTS telah menutup kawasan wisata Bromo dan Semeru sejak 19 Maret 2020, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan ini diambil oleh pihak BB TNBTS untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kebijakan ini diambil sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah Daerah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Syarif mengatakan, koordinasi dengan pemerintah daerah wajib dilakukan karena Gugus Tugas Covid-19 yang dianggap paling mengerti terkait peta penyebaran dan potensi penularan Covid-19. Pada pekan lalu, TNBTS telah melakukan pertemuan terbatas dengan Dinas Pariwisata Pemprov Jatim di Kawasan TNBTS.

“Kamis kemarin kita sudah melakukan diskusi singkat dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jatim di Wonokitri, Pasuruan. Sehingga secara teknis mengenai wisata Bromo akan di diskusikan sesuai dengan existing wisata di Bromo,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar