Gaya Hidup

Balai Besar TNBTS Putuskan Tutup Total Pendakian Gunung Semeru

Gunung Semeru luncurkan awan panas sejauh 3 ribu meter hingga ke aliran sungaiĀ  Besuk Kobokan, Selasa (1/12/2020)

Malang(beritajatim.com) – Jelang malam pergantian tahun baru, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan menutup total jalur pendakian sejak, Rabu, (30/12/2020) hingga 31 Maret 2021 mendatang. Faktor cuaca menjadi alasan utama penutupan jalur pendakian ini.

Plt Kepala Balai Besar TNBTS, Agus Budi Santosa mengatakan sebelumnya pada (29/11/2020) lalu melalui Pengumuman Nomor PG.10/T.8/BIDTEK.1/KSA11/2020. Balai Besar TNBTS telah membuat kebijakan Penutupan Sementara Kegiatan Pendakian Gunung Semeru.

“Mempertimbangkan intensitas curah hujan, dan kemungkinan terjadi badai. Sesuai prakiraan Stasiun Klimatologi Karangploso, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Maka, pendakian akan ditutup total hingga 31 Maret 2021,” kata Agus, Rabu, (30/12/2020).

Agus mengatakan, pertimbangan lain selain faktor cuaca. Penutupan ini sekaligus dilakukan untuk pemulihan atau revitalisasi ekosistem di jalur pendakian Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut ini.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat mengungkapkan sekitar 4.736 orang pendaki gagal mendaki Gunung Semeru. Jumlah ini tercatat sejak, 30 November hingga 31 Desember 2020. “Untuk pendaki yang harus melakukan reschedule sejumlah 4.736 orang. Di reschedule jadwal pendakiannya,” tandas Sarif Hidayat. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar